Laporkan Masalah

PENCEGAHAN TERORISME MELALUI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI KALANGAN PEMUDA

MINARDI, Prof. Dr. Purwo Santoso, MA., Ph.D.,; Dr. Nasir Tamara., D.E.A., D.E.S.S.,

2020 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa dinamis pemaknaan ancaman terorisme yang terkait dengan penggunaan media sosial. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara, observasi partisipatif dan literatur. Untuk mengetahui kedinamisan ini setidaknya bisa diawali dengan mengetahui ancaman terorisme dari segi penggunaan media sosial. Setelah itu mengetahui pemaknaan baru dijabarkan dalam pembaruan agenda pencegahan terosisme melalui penggunaan media sosial. Ketahanan informasi yang seyogyanya menjadi benteng bagi negara selama ini masih mengalami kebobolan dalam menghadapi terorisme di media sosial. Cara yang selama ini digunakan dapat menimbulkan permasalahan tersendiri, yaitu terenggutnya hak-hak warga negara untuk menggunakan media sosial. Tentu saja, kelalaian dalam melakukan agenda setting atas perubahan lingkungan strategis ini sangat fatal, namun yang menjadi keprihatinan studi ini sebetulnya bukan sekedar ketidaksaksamaan itu, melainkan ketidaksadaran bahwa ada sesuatu yang fatal yang luput dari kesadarannya. Perubahan paradigmatik yang tengah berlangsung di Indonensia belakangan ini adalah bahwa, secara konstitusional Indonesia telah memberikan ruang kepada masyarakat untuk senantiasa memanfaatkan media sosial seluas-luasnya. Keleluasaan ini sejalan dengan berlakukan norma politik baru, bahwa negara harus menjamin kebebasan warganegara dalam menggunakan. Maraknya penggunaan media sosial dan maraknya komunikasi menggunakan media tersebut untuk memudahkan teroris melancarkan agenda-agenda dan aksi-aksinya. Penggunaan jejak digital dan big data yang sebetulnya berada dalam jangkauan aparat penyelenggara sistem ketahanan nasional, tidak menjadi kebutuhan karena kealpaan tersebut. Kata kunci: terorisme, big data, media sosial, pemuda, ketahanan nasional

The research aim to understanding how dynamics terrorism threat’s interpretation is in accordance with social media use. Using descriptive qualitative, the author gathers data through interview, participative observation, and literary research. To understand it, it starts with, at least, knowing how terrorism threat works through the use of social media. Next step is to use that knowledge as a guide to renew social media use. Information resilience which is supposed to guard the state seems to be easily breached by terrorism on social media. The today strategy still has possibility to cause new problems, especially in usurping people’s right to use social media. For sure, the laxity of managing agenda setting towards strategic environment is totally fatal. The concern of this research, instead of its negligence, circles around the empty awareness towards its fatality. In this sense, paradigmatic transformation currently happening in Indonesia turns that the state constitutionally has provided space for its people to freely use social media. This space, translated as freedom, is in line with new political norm which suggests the state to guarantee the freedom of using social media. However, the rampant use of social media and communication tools has also eased terrorists to do their agendas and actions. Sadly, the use of digital track and big data which should be under national defense supervision seems to be unimportant because of its apparatus’ negligence. Keywords: terrorism, big data, social media, youth, national security

Kata Kunci : terorisme, big data, media sosial, pemuda, ketahanan nasional