Laporkan Masalah

PERENCANAAN MODEL BISNIS RUANG AKTIVITAS LANSIA

RM KUSLANDITO D, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., Ph.D., CFP

2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Jumlah penduduk lansia di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018. Menurut BPS (2018b), Penduduk lansia pada tahun 2018 terdapat kurang lebih 24,49 juta jiwa atau 9,27 persen dari seluruh populasi Indonesia. Jumlah tersebut akan meningkat signifikan pada tahun 2045 sebesar 19,80 persen atau 63,31 juta jiwa. Besarnya jumlah lansia dapat membawa dampak positif maupun negatif terhadap pembangunan Indonesia. Lansia yang dapat beraktivitas dengan baik, mandiri, serta berdaya guna bisa membawa kebahagiaan serta kesejahteraan yang mengarah kepada optimal aging. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam rangka mempertahankan kualitas hidup optimal bagi lansia, antara lain: aktivitas fisik, aktivitas kognitif, aktivitas spiritual, aktivitas sosial, dan aktifitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan model bisnis ruang aktivitas bagi lansia dengan pendekatan kelima aktivitas yang disebutkan diatas sehingga dapat mendukung lansia dalam mencapai optimal aging. Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metoda pengumpulan data berupa observasi, survei, dan wawancara. Selanjutnya, data disajikan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles dan Hubermen, 1994), kemudian dianalisis menggunakan peta empati dan sembilan blok bangunan kanvas model bisnis, serta analisis kelayakan bisnis dari Ruang Aktivitas Lansia. Berdasarkan analisis finansial, Ruang Aktivitas Lansia menghasilkan proyeksi nilai (Net Present Value) NPV sebesar Rp 976.592.300, IRR 36,58% dan Payback Period (PP) selama 3 tahun 4 bulan. Hal ini menunjukkan model bisnis Ruang Aktivitas Lansia layak untuk dijalankan.

The number of elderly population in Indonesia increases significantly. In 2018, according to BPS, the elderly population is approximately 24.49 million people or about 9.27 percent of the total population. It is predicted to increase significantly in 2045 by 19.80 percent to be about 63.31 million people. The large number of elderly people brings both positive and negative impacts on Indonesia's development. Elderly who can move well, being independent, and empowered can bring happiness and well-being that leads to optimal aging situation. There are five important aspects relevant in order to maintain optimal quality of life for the elderly, such as: physical activity, cognitive activity, spiritual activity, social activity, and economic activity. This study aims to develop a model of business space activity for the elderly which accommodated with those five important dimensions. To do so, this study is designed as a descriptive qualitative research. To gather the data, this research utilizes different types data collection methods such as observations, surveys, and interviews. Further, data were presented using data reduction, data presentation, and conclusion drawing (Miles and Hubermen, 1994), then analyzed using empathy maps, nine building blocks business model canvas, and business feasibility. Based on financial analysis, this plan has a Net Present Value (NPV) of Rp 976,592,300, IRR of 36.58% and Payback Period (PP) for 3 years and 4 months. Its indicates that the business model for the Elderly Activities is feasible to implement.

Kata Kunci : elderly, elderly school, elderly clinic, elderly activities, optimal aging

  1. S2-2020-417517-Abstract.pdf  
  2. S2-2020-417517-Bibliography.pdf  
  3. S2-2020-417517-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-417517-Title.pdf