Program "Kenari Duri" Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Guru SLB Dalam Menyampaikan Prevensi KSA
IKRAKHANSA THIFAL, Ira Paramastri, Dr., M.Si., Psikolog
2020 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIKekerasan seksual anak (KSA) masih menjadi salah satu permasalahan di Indonesia. Anak tunagrahita lebih rentan mengalami KSA dibandingkan anak berkebuhan khusus lainnya. Maka dari itu perlu dilakukan upaya preventif, yaitu memberikan edukasi terkait kekerasan seksual kepada anak tunagrahita. Guru SLB berperan besar dalam melakukan pencegahan KSA. Pada kenyataannya, masih banyak guru SLB yang kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikan prevensi KSA kepada anak. Program Kenari Duri merupakan psikoedukasi pelatihan mengenai prevensi KSA untuk guru SLB. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh program Kenari Duri terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru SLB dalam menyampaikan prevensi KSA kepada anak. Penelitian eksperimen kuasi ini menggunakan the one-group pretest-posttest design dengan melibatkan 10 guru SLB yang mengajar anak tunagrahita. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan (Z=-2.869; p<0.05) dan keterampilan (Z=-2.677; p<0.05) antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Artinya, program Kenari Duri dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SLB dalam menyampaikan prevensi KSA.
Child sexual abuse (CSA) still becomes one of an issues in Indonesia. The risk of CSA on intellectual disability child is higher than other special needs. Therefore, a prevention is needed, which is educating intellectual disability child about sexual abuse. Special needs teacher have a big role to implement the CSA prevention. In fact, there Is still many special needs teacher whose lack of knowledge and skill to teach CSA prevention to children. Kenari Duri program is psychoeducation training about CSA prevention that designed for special needs teacher. The aim of this study is to examine the effect of Kenari Duri program towards the improvement on special needs teacher's knowledge and skills in teaching CSA prevention. This quasi-experimentation uses the one-group pretest-posttest design with involving 10 of special need teacher who teach intellectual disability child. The result showed there is significant diffecences on knowledge (Z=-2.869; p<0.05) and skill (Z=-2.677; p<0.05) before and after given treatment. Therefore, Kenari Duri program can improve teacher's knowledge and skill to prevent CSA.
Kata Kunci : pengetahuan dan keterampilan guru SLB, prevensi kekerasan seksual anak, tunagrahita