Laporkan Masalah

Pengaruh bubuk cengkeh dalam menekan pertumbuhan jamur sclerotium rolfsii penyebab penyakit layu sklerotium pada kedelai

AMANUPUNNJO, Handry Rizaard Donald, Prof.Dr. Ambarwati H.Tj., M.Sc

1997 | Tesis | S2 Fitopatologi

Penggunaan produk cengkeh untuk mengendalikan penyakit pada tanaman pertanian mempunyai prospek yang baik di masa mendatang terlebih dengan keunggulan tidak mencemeri lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bubuk cengkeh dalam menekan pertumbuhan jamur Sclerotiurn rolfsii penyebab penyakit layu sklerotiun pada kedelai. Penelitian dilakukan di laboratorium dan rumah plastik dengan menggunakan percobaan faktorial dalam rancangan acak lengkap, yang terdiri atas dua faktor, yaitu jenis bubuk dan dosis bubuk, dan diulang tiga kali. Parameter yang diamati di laboratorium adalah diameter koloni dan viabilitas sklerotium sedangkan parameter di rumah plastik adalah masa inkubasi, intensitas penyakit dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan bubuk cengkeh dengan dosis tinggi ( 0,8 gram / 100 ml PDA) mampu mematikan miselium jamur, sedangkan pada dosis rendah ( 0,2 gram dan 0,4 gram / 100 ml PDA) menyebabkan pertumbuhan abnormal pada miselium dan dapat menurunkan viabilitas sklerotium. Pemberian bubuk cengkeh pada tanaman dapat memperpanjang masa inkubasi jamur serta dapat menurunkan intensitas penyakit lebih dari 70 % dan tidak mempengaruhi pembentukan bintil akar pada kedelai. Dari ketiga macam bubuk cengkeh yang dicobakan bubuk bunga cengkeh lebih efektif dalam menekan pertumbuhan jamur Sclerotiurn rolfsii dari pada bubuk yang lain.

Using a clove product to control the disease on plant agriculture, has a very good prospect in the future, especially the ability to not polluted the enviroment. Therefore this study using clove powder for decreasing Sclerotium rolfsii growth the causal agent of soy bean wilt disease. The study conducted in laboratory and green house, used factorial randomized complete design,with two factor and three replications, the first factor is kinds of powder and second factor is powder doses. Variable oserved in laboratory were colony diameter and sclerotium viability and variable observed in green house were incubation period, disease intensity, and root knot number. The experimental result showed that, on the clove powder in a high dose ( 0,8 gram/ 100 ml PDA) cause Sclerotiurn rolfsii mortality, while using low dose ( 0,2 gram and 0,4 gram/ 100 ml PDA) cause abnormality growth hyphae and also decreasing sclerotium viability. Using the clove powder could lengthen the incubation period, and decrease the disease intensity up 70%, and there are no effect on the soybean root knot number. From those three clove powder that been used, the clove flower powder was more effective to decrease the growth of Sclerotiurn rolfsii, then the others.

Kata Kunci : Pengendalian Jamur Sklerotium Rolfsii,Bubuk Cengkeh,Fungisida


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.