KEBERLANJUTAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PEDESAAN BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS: DESA PIJI, DESA TRIDADI, DESA JELOK, DESA GINTUNGAN DI KABUPATEN PURWOREJO)
ANDITO SIDIQ S, Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP., Ph.D
2020 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPencapaian target SDG's penyediaan akses air minum bagi seluruh masyarakat membutuhkan usaha dan kerja keras dari pemerintah. Beberapa program pembangunan infrastruktur air minum telah diluncurkan oleh pemerintah guna memenuhi kebutuhan layanan dasar bagi masyarakat khususnya pada wilayah perdesaan. Namun dalam perkembangan pasa konstruksi, SPAM Desa terbangun mengalami perkembangan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan penyediaan air minum pedesaan berbasis masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan air minum pedesaan dengan pendekatan berbasis masyarakat mempunyai keberlanjutan yang berbeda-beda. Desa dengan keberlanjutan pada aspek sosial, keuangan, lingkungan dan kelembagaan mempunyai tingkat keberlanjutan yang sangat baik sedangkan desa dengan keberlanjutan hanya pada salah satu aspek saja mempunyai tingkat keberlanjutan yang rendah. Keberlanjutan SPAM Desa sangat dipengaruhi oleh modal sosial dan modal manusia yang dimiliki. Faktor modal sosial yang mempengaruhi berupa jaringan hubungan sosial yang kuat, kepercayaan, dan norma aturan, sedangkan faktor modal manusia yang berpengaruh berupa motivasi, komitmen, efektivitas tim kerja dan kepemimpinan.
Achieving the SDG's target of providing access to drinking water for all communities requires effort and hard work from the government. Several water infrastructure development programs have been launched by the government to meet basic service needs for the community, especially in rural areas. However, in the development phase of construction, SPAM Desa has developed experiencing different developments. This study aims to determine the sustainability of community-based rural drinking water supply and factors that influence this sustainability. This research uses qualitative approach with case study method. The results showed that the provision of rural drinking water with a community-based approach had different level of sustainability. Villages exhibited sustainability in social, financial, environmental and institutional aspects are able to sustain te sevices, while villages with sustainability in only one aspect would have demonstrated inability to maintain the service. The level sustainability of SPAM Desa is strongly affected by social capital and human capital. Social capital emerged in the form of a strong network of social relationships, trust, and rules norms, while human capital factors consist of motivation, commitment, effectiveness of teamwork and leadership.
Kata Kunci : penyediaan air minum, keberlanjutan, modal manusia, modal sosial