PENENTUAN METODE ANALISIS DAN INTERPRETASI TANAH GAMBUT PADA KONDISI HIDROFILIK DAN HIDROFOBIK
MIRNA ANRIANI S, Prof. Dr. Ir. Azwar Maas, M. Sc ; Dr. Makruf Nurudin, SP. M. P
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU TANAHINTISARI Penggunaan prosedur analisis tanah mineral pada tanah gambut dinilai kurang tepat. Tanah gambut rentan akan usikan yang berdampak pada rusaknya struktur inert gambut, seperti proses pengeringan pengayakan, dan penggojokan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode preparasi dan ekstraksi yang tepat untuk digunakan pada tanah gambut yang dapat mencerminkan kondisi lapangan. Percobaan dilaksanakan pada laboratorium Departemen Ilmu Tanah UGM, menggunakan sampel tanah gambut yang berasal dari Pulau Padang dan Tebing Tinggi, Riau. Percobaan dirancang sebagai rancangan acak kelompok faktorial 3 faktor. Faktor pertama adalah preparasi tanah gambut, terdiri dari tanah asli (Hidrofilik), kering angin (Hidrofobik) dan kering angin ditumbuk, sedangkan faktor kedua metode ekstraksi, terdiri dari penggojokan dan pelindian. Faktor ketiga adalah tingkat kematangan gambut, terdiri dari hemik dan saprik. Parameter yang diamati yaitu kation tersedia dan KPK gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh nyata dari interaksi perlakuan terhadap setiap parameter yang diamati. Metode preparasi tanah asli pada setiap tingkat kematangan gambut lebih mencerminkan kondisi fisik gambut di lapangan dibandingkan dengan metode lainnya. Metode ekstraksi pelindian setelah dikonversi dengan nilai BV pada setiap tingkat kematangan gambut, menunjukkan nilai kation tersedia dan KPK yang lebih mencerminkan nilai lapangan.
ABSTRACT It is considered that the use of mineral soil analysis procedures on peat soils is unsuitable. Peat soil is vulnerable to disturbance which leads to the damage of peat inert structure, such as the sifting and drying process. The objective of this study was to obtain the proper methods of preparation and extraction to be used on peat soils that can reflect the conditions on field. The experiment was carried out in the laboratory of UGM Soil Science Department, by using the peat soil samples taken from Pulau Padang, Riau. The factorial randomized block design of 3 factors were applied. The first factor was the level of peat maturity, consisting of hemic and sapric. The second factor was the peat preparation, consisting of original peat (Hydrophilic), air-dried peat (Hydrophobic) and impacted air-dried peat. The third factor was the peat extraction method, consisting of shaking and leaching. The parameters observed included the available cations (Ca, Mg and K) and peat CEC. The results showed no significant effect of the treatment interactions toward each parameter observed. The preparation method for original soil on each level of peat maturity reflected more of the physical condition on field than the other methods. After being converted to bulk density values in each level of peat maturity, the result of leaching extraction method showed the value of available cation and CEC that reflected more of the value on the field.
Kata Kunci : Tanah gambut, hidrofobisitas, penggojokan, pelindian