HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN GANGGUAN PSIKIATRI MENURUT SCL-90 DENGAN EATING DISORDERS PADA REMAJA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 YOGYAKARTA
ESKA AGUSTIN PUTRI S, DR. Dr. Carla R. Marchira, Sp.KJ (K).; dr. Mahar Agusno, S p.KJ (K)
2020 | Tesis-Spesialis | ILMU KEDOKTERAN JIWALatar belakang: Gangguan makan merupakan gangguan mental yang parah dan bersifat kronis. Gangguan ini sering terjadi pada remaja dan berdampak besar pada kognisi, fisik, sosial dan psikologi. Gangguan makan dapat disebabkan adanya gangguan psikiatri sehingga sangat memungkinkan terjadinya komorbiditas. Komorbiditas ini meningkatkan mortalitas dan morbiditas pada remaja dengan eating disorders. Komorbiditas ini sangat berhubungan dengan adanya patologi psikologi. Maka dari itu diperlukan pemahaman gejala psikiatri untuk mengetahui gambaran psikopatologis pada individu dengan eating disorders. Sehingga penanganan lebih komprehensif dan terarah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara gejala psikiatri menurut SCL-90 dengan kecenderungan eating disorders pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas X dan XI MAN I Yoyakarta. Kecenderungan eating disorders dinilai dengan instrument Eating Attitudes Test-26 (EAT-26) dan gejala psikiatri dinilai dengan Symptoms Check List-90 (SCL-90). Data dianalisa dengan univariat, bivariat dan multivariate. Hasil: Dari 185 remaja didapatkan hubungan yang bermakna antara kecenderungan gangguan psikiatri terutama domain depresi, sensitivitas- interpersonal dan gejala tambahan dengan eating disorders (p=0,008; p=0,030; p= 0,001) pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta. Hasil uji regresi logistic multiple menunjukkan pengaruh yang signifikan antara gejala tambahan dan IMT tidak ideal terhadap eating disorders (p=0,039; p=0,040). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara antara kecenderungan gangguan psikiatri menurut SCL-90 dengan eating disorders. Namun terdapat hubungan bermakna pada domain depresi, sensitivitas- interpersonal dan gejala tambahan dengan eating disorders.
Background: Eating disorders are severe and chronic mental disorders. This often occurs on adolescents and has big impact on cognition, physical, social and psychological. Eating disorders can be caused by psychiatric disorders so it very possible for comorbidities. This comorbidities are closely related to the presence of psychological pathology. Therefore an understanding of psychiatric symptoms is needed to determine the psychopathological in individual with eating disorders. So that management is more comprehensive and directed. Objective: To determine the association between psychiatric symptoms and the tendency of eating disorders on adolescent at Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta. Method: It was observational study with a cross-sectional design. The subject of this study were students of class X and XI of Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta. The tendency of eating disorders was assessed by the Instrument Eating Attitudes Test-26 (EAT-26) and psychiatric symptoms by Symptoms Check List-90 (SCL-90). Data analized used univariate, bivariate and multivariate Results: From 185 adolescent found a significant association between tendency of psychiatric disorders, especially the domain depression, sensitivity-interpersonal and additional symptoms (p=0,008; p=0,030; p= 0,001). Multiple logistic regression test result showed a significant between psychiatric disorders and eating disorders are additional symptoms and IMT (p=0,039; p=0,040). Conclusion: There is no a significant association between the tendency of psychiatric disorders acoording SCL-90 and eating disorders. But there are significant association between domain depression, sensitivitas-interpersonal and additional symptoms and eating disorders.
Kata Kunci : Gangguan psikiatri, eating disorders, remaja, Psychiatric disorders, eating disorders, adolescents