HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN DEPRESI POSTPARTUM DENGAN DISFUNGSI KOGNITIF PADA IBU POSTPARTUM DI YOGYAKARTA
AGNILIA OCTIA SARI, Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ, Dr. dr. Budi Pratiti, Sp.KJ.; dr. Moetrarsi S.K.F., DTM&H, Sp.KJ
2019 | Tesis-Spesialis | ILMU KEDOKTERAN JIWALatar belakang: Depresi merupakan salah satu penyebab utama disabilitas pada wanita dan tinggi prevalensinya pada masa kehamilan, persalinan, dan postpartum. Depresi postpartum merupakan kondisi psikiatri yang cukup sering terjadi, dan dapat meningkatkan terjadinya kekerasan pada anak, bahkan pembunuhan bayi dan bunuh diri pada ibu. Pasien depresi seringkali mengeluh adanya mudah lupa dan sulit konsentrasi. Ketika ibu postpartum mengalami disfungsi kognitif, maka bayi akan mendapatkan perawatan yang kurang yang pada jangka panjang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan depresi postpartum dengan disfungsi kognitif pada ibu postpartum di Yogyakarta. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada 104 ibu postpartum 4 minggu hingga 6 bulan di Puskesmas Kotagede I, Puskesmas Bantul I, dan Puskesmas Kasihan II, Yogyakarta. Kecenderungan depresi postpartum diukur dengan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), sedangkan disfungsi kognitif diukur dengan Perceived Deficits Questionnaire-Depression (PDQ-D). Analisis dilakukan dengan uji chi-square dan uji regresi logistik multipel. Hasil: Ibu postpartum yang mengalami kecenderungan depresi postpartum sebesar 12,5%, disfungsi kognitif sebesar 42,3%, terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kecenderungan depresi postpartum dengan disfungsi kognitif pada ibu postpartum di Yogyakarta (>=7,29; p=0,007; OR=5.59; CI 95%: 1,44-21,74), dan depresi postpartum berhubungan dengan disfungsi kognitif secara independen dan bermakna (p=0,011) dengan OR=6,06 (CI 95%=1,51-24,35). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecenderungan depresi postpartum dengan disfungsi kognitif pada ibu postpartum di Yogyakarta.
Background: Depression is one of the main causes of disability in women and the prevalence is high during pregnancy, childbirth, and postpartum period. Postpartum depression is quite common, and may increase the risk of child abuse, even infanticide and maternal suicide. Depressed patients often complain forgetfulness and difficulty concentrating. When postpartum women have cognitive dysfunction, the baby will get less care which will affect the growth and development of children. Objective: To determine association between postpartum depression tendency and cognitive dysfunction in postpartum women in Yogyakarta. Methods: A cross-sectional study conducted in 104 women during 4 weeks to 6 months postpartum at Puskesmas Kotagede I, Puskesmas Bantul I, and Puskesmas Kasihan II, Yogyakarta. The postpartum depression tendency was assessed using Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), while cognitive dysfunction was assessed using Perceived Deficits Questionnaire-Depression (PDQ-D). Analysis was performed with the chi-square test and multiple logistic regression test. Results: 12,5% postpartum women had postpartum depression tendency, 42,3% had cognitive dysfunction, there was a statistically significant association between postpartum depression tendency and cognitive dysfunction in postpartum women in Yogyakarta (2 = 7,29, p=0.007, OR=5.59, 95%CI=1.44-21.74), postpartum depression tendency was associated with cognitive dysfunction independently and significantly (p=0.011, OR=6.06, 95%CI=1.51-24.35) Conclusion: There was association between postpartum depression tendency and cognitive dysfunction in postpartum women in Yogyakarta.
Kata Kunci : depresi postpartum, disfungsi kognitif, ibu postpartum, postpartum depression, cognitive dysfunction, postpartum women