Peran Dominasi Bahasa dalam Memprediksi Kecepatan Pemrosesan Bahasa pada Penutur Asli Bahasa Indonesia
Sabila Rahmatika, Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si, Ph.D., Psikolog
2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIKebanyakan orang yang menguasai dua bahasa atau lebih memiliki tingkat keahlian yang berbeda pada bahasa-bahasa yang dikuasainya dan menggunakan bahasa-bahasa tersebut dalam kegiatan yang berbeda. Kedua faktor ini berkaitan erat dengan dominasi bahasa yang merupakan salah satu komponen terpenting dalam penelitian dengan tema multilingual. Penelitian ini dilakukan untuk melihat peran dominasi bahasa dalam kecepatan pemrosesan bahasa pada penutur asli Bahasa Indonesia. Subjek terdiri dari 30 orang mahasiswa penutur asli Bahasa Indonesia yang juga menguasai Bahasa Jawa. Dominasi bahasa pada penelitian ini dilihat menggunakan Language History Questionnaire. Sedangkan pemrosesan bahasa diukur melalui kecepatan reaction time. Data diuji dengan analisis regresi tunggal. Hasil menunjukkan bahwa skor dominasi Bahasa Indonesia hanya memberikan sumbangan yang sangat sedikit dalam memprediksi reaction time pada stimulus kongruen (R square = 0,113). Sedangkan pada stimulus inkongruen, dominasi bahasa Indonesia sama sekali tidak memberikan sumbangan prediksi (R square = 0).
Most people who know two or more languages have different level of proficiency in the languages they know and use them on different activities. These two factors are closely related to language dominance which is one of the most important component in multilingual research. The purpose of this research is to see the role of language dominance in predicting language processing speed in Indonesian native speaker. The participants of this research are 30 university students whose native language is Indonesian and also speak Javanese. The Language History Questionnaire were used to see the language dominance while reaction times were measured as the indicator of language processing speed. The data were analysed using simple linear regression. The results show that the Indonesian language dominance only has a small contribution in predicting the congruent stimulus reaction times (R square = 0,113). While no contribution were made for the incongruent condition (R square = 0).
Kata Kunci : dominasi bahasa, multilingual, reaction time