Laporkan Masalah

ANALISIS MODAL SOSIAL BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PENGELOLAAN UNIT USAHA EKONOMI DESA SIMPAN PINJAM (UED-SP) (Studi Kasus BUMDes Sedya Makmur, Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul)

SUYOTO, Dr. Ratminto, M.Pol. Admin

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Setelah terbitnya Permendesa Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa, banyak Desa berlomba-lomba membangun BUMDes dengan mengacu pada potensi lokal. Namun realitasnya BUMDes yang diawal dirancang sebagai ujung tombak ekonomi Desa tidak banyak yang mampu berkembang dan akhirnya mati. Dari data Bapermasdes Jawa Tengah tahun 2016, tercatat dari 1.700 BUMDes hanya 900 BUMDes yang terpantau aktif. Di Kutai Timur, dari 135 BUMDes hanya 45 yang masih aktif. Sedangkan di Malang dari 378 Desa hanya 25 BUMDes yang aktif (Auliya dalam Dodi, 2018). Salah satu faktor penting yang menjadi penghambat berkembangnya BUMDes ialah kurang kuatnya modal sosial yang dimiliki (Mayu, 2016). Berangkat dari uraian diatas penulis tertarik untuk meneliti bagaimana peran modal sosial dalam pengelolaan BUMDes dengan studi kasus pada BUMDes Sedya Makmur Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, DIY. BUMDes Sedya Makmur merupakan salah satu BUMDes yang dapat dikatakan sukses. Diketahui BUMDes Sedya Makmur memerupakan pengembangan dari unit Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) yang berdiri sejak 1988 dan menjadi salah satu BUMDes yang memiliki aset terbesar saat ini yaitu mencapai 12 milyar pada November 2019. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif dimana peneliti menekankan pada pengamatan mendalam tentang objek yang diteliti. Data yang dihasilkan dari penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer dihasilkan dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam dan terstruktur terhadap informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur yang relevan dan didukung dengan foto serta dokumen organisai. Hasil penelitian dari penelitian ini menunjukan bahwa modal sosial memiliki peran penting dalam pengembangan BUMDes Sedya Makmur yang dibuktikan dengan adanya tingkat efekivitas kinerja dari organisasi BUMDes tersebut. Dari tiga indikator modal sosial, indikator kepercayaan memiliki peran paling penting dalam pengembangan BUMDes dimana kepercayaan tersebut didasarkan pada ketokohan dan hasil kinerja organisasi yang baik. Adapun peran norma yang memiliki andil besar dalam pengembangan BUMDes ini adalah norma informal yang telah lama berkembang di masyarakat terkait dengan harapan dimana keberadaan BUMDes adalah untuk kejeahtraan bersama dan untuk kemajuan Desa. Sedangkan peran jaringan tidak terlalu besar dalam pengembangan BUMDes tersebut namun tetap memiliki kontribusi dalam pengembanganya. Kata Kunci: Modal Sosial, Efektivitas, Stakeholders, BUMDes, UED-SP

After the issuance of Village Ministry Rule Number 4 in 2015 relating to the Establishment, Arrangement, Management, Dissolution of Village-Owned Enterprises (BUMDes), many Villages were competing to build BUMDes with reference to local potential. But in reality, the BUMDes which originally designed as the spearhead of the village economy was not able to develop and eventually died. Based on the data of Village Community Empowerment Agency (Bapermasdes) at Central Java in 2016, from 1,700 BUMDes, only 900 BUMDes were actively monitored. In East Kutai, out of 135 BUMDes, only 45 were still active. Whereas in Malang, from 378 villages only 25 BUMDes were active (Auliya in Dodi, 2018). One important factor that hinders the development of BUMDes was the lack of social capital owned (Mayu, 2016). Starting from the description above, the writer was interested in examining how the role of social capital in the development of BUMDes with a case study in BUMDes Sedya Makmur, Tirtonirmolo Village, Kasihan, Bantul, DIY. BUMDes Sedya Makmur was one BUMDes that could be said to be successful. BUMDes Sedya Makmur was the development of the Village Savings and Loans Economic Business Unit (UED-SP) which was founded in 1988 and had become one of the BUMDes which has the largest assets at present. its Asset reached 12 billion in November 2019. In this study, the authors used a qualitative descriptive approach where the researcher emphasized in-depth observation about the object of study. The data generated from this research were primary and secondary data, primary data were produced by conducting in-depth and structured interviews with informants, while secondary data were obtained from relevant literature studies and supported by photographs and organizational documents. The results of this study indicated that social capital had an important role in the development of Sedya Makmur BUMDes as evidenced by the level of performance effectiveness of the BUMDes organization. Of the three indicators of social capital, the trust indicator had the most important role in the development of BUMDes where the trust was based on the figure and the result of good organizational performance. While the role of norms and networks was not too big in the development of the BUMDes but still had a contribution to its development. Keywords: Social Capital, Effectiveness, Stakeholders, BUMDes, UED-SP.

Kata Kunci : Modal Sosial, Efektivitas, Stakeholders, BUMDes, UED-SP

  1. S2-2020-407605-abstract.pdf  
  2. S2-2020-407605-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-407605-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-407605-title.pdf