RUANG DALAM NOVEL KAMBING DAN HUJAN KARYA MAHFUD IKHWAN
ANITALIA S WELAYANA, Prof. Dr. Faruk, S. U.
2020 | Tesis | MAGISTER SASTRAPenelitian ini bertumpu pada teori keruangan Sara Upstone dalam bukunya Spatial Politics in the Postcolonial Novel (2009). Dengan menggunakan novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan akan dikaji pengaruh dari Indonesia sebagai ruang bangsa terhadap problematika yang memengaruhi konstruksi ruang di dalam novel tersebut. secara spesifik, ruang di dalam novel ini adalah ruang desa. Setelah dilakukan analisis, penelitian ini menemukan bahwa ruang desa dikonstruksi sebagai tempat yang terbuka, sekaligus tempat yang tertutup di saat yang bersamaan. Desa dapat dikatakan sebagai desa utopia karena memiliki kontrol dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di ruangnya. Di sisi lain, desa juga dikatakan sebagai desa yang distopia karena dengan sengaja membuka diri terhadap dunia luar. Ruang desa yang terbuka membawa konflik, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar wilayah desa, yang menyebabkan timbulnya keterpecahan kesatuan desa. Dalam mengatasi masalah keterpecahan tersebut, ruang desa selalu berusaha melakukan negosiasi untuk tetap mempertahankan kesatuan wilayahnya.
This research relies on the spatial theory of Sara Upstone in her book Spatial Politics in the Postcolonial Novel (2009). By using the novel of Kambing dan Hujan by Mahfud Ikhwan, the influence of Indonesia as a national space was examined on the problems affecting the construction of space in the novel. Specifically, the space in this novel is the village space. After the analysis, this study observes that village space is constructed as an open place, as well as a closed place at the same time. A village can be said as a village of utopia because it has control in solving problems that occur in its space. On the other hand, a village is also said to be a dystopic village because it deliberately opens itself to the world. Opennes village space brings conflicts, both originating from within and from outside the village area, which cause disunity in the village. In overcoming this problem of disunity, the village space always tries to negotiate to maintain its territorial integrity.
Kata Kunci : ruang, terbuka, negosiasi / space, open space, negotiation