Kegagalan Finalisasi Framework Agreement Perjanjian Damai Antara Pemerintah India dan National Socialist Council of Nagaland (NSCN-IM) Pada Tahun 2019
ARDIAN NUR HANIFAH, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2020 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenandatanganan framework agreement perjanjian damai antara Pemerintah India dan National Socialist Council of Nagaland - Isak Muivak (NSCN-IM) pada tahun 2015 lalu merupakan momentum penting yang diharapkan dapat mengakhiri konflik insurgensi tertua di India. Namun hingga lima tahun setelahnya, finalisasi framework agreement ini belum dapat dicapai meskipun Perdana Menteri Narendra Modi telah menetapkan tenggat waktu pada 31 Oktober 2019. Dengan menggunakan landasan konseptual Teori Kesiapan, skripsi ini menjelaskan mengenai kegagalan finalisasi framework agreement sebelum tenggat waktu 31 Oktober 2019, yakni dengan melihat tingkat kesiapan masing-masing pihak untuk membuat konsesi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Tingkat kesiapan dilihat melalui motivasi dan optimisme masing-masing pihak. Skripsi ini menemukan bahwa terdapat tingkat kesiapan yang tidak berimbang di antara kedua belah pihak sehingga sulit untuk mencapai final agreement.
The signing of framework agreement of Peace Accord between the Government of India and National Socialist Council of Nagaland - Isak Muivak (NSCN-IM) back in 2015 is an important moment that is expected to end the oldest insurgency in India. Nevertheless, until five years later, the finalization of this framework agreement cannot be achieved even though Prime Minister Narendra Modi has set a deadline on October 31, 2019. Using the conceptual framework of Readiness Theory, this thesis explains the failure of the framework agreement finalization before the deadline on October 31, 2019, namely by analyzing the level of readiness of each party to make concessions that are acceptable to both parties. The level of readiness is seen through the motivation and optimism of each party. This thesis finds that there is an unbalanced level of readiness between the two parties that makes it difficult to reach a final agreement.
Kata Kunci : finalisasi, framework agreement, kesiapan, motivasi, optimisme