HUBUNGAN PERSEBARAN USAHA MAKANAN TERHADAP PERSEBARAN PENDERITA PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 (DMT2) DAN KARDIOVASKULER DI KOTA YOGYAKARTA
HENDRIKUS RIZKY VISANTO PUTRO, Dr. Djaka Marwasta, M.Si.
2020 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANUrbanisasi dan perkembangan wilayah perkotaan menyebabkan banyaknya kemunculan usaha, salah satunya usaha makanan. Keberadaan usaha makanan membentuk lingkungan makanan, yang dapat mempengaruhi kesehatan penduduk di sekitarnya. Penyakit yang banyak bermunculan di era modern saat ini adalah penyakit tidak menular (PTM), contohnya penyakit kardiovaskuler dan DMT2. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yaitu (1) mengkaji jenis dan persebaran usaha makanan di Kota Yogyakarta, (2) mengkaji persebaran penderita DMT2 dan kardiovaskuler di Kota Yogyakarta, (3) menganalisis hubungan persebaran usaha makanan terhadap persebaran penderita DMT2 dan kardiovaskuler di Kota Yogyakarta. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecamatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (data usaha makanan dan data penderita penyakit) dari beberapa instansi di kota Yogyakarta dan data primer hasil wawancara. Data usaha makanan dibedakan menjadi 2 kelompok yakni karbohidrat dan lemak. Data usaha makanan (karbohidrat dan lemak) serta penderita penyakit DMT2 dan kardiovaskuler dikelaskan menjadi 5 kelas. Hasil pengkelasan dihitung frekuensinya dan dilihat sebarannya melalui peta. Usaha makanan tersebar di seluruh kota, tetapi usaha makanan lemak tersebar secara lebih merata ketimbang usaha makanan karbohidrat. Persebaran penderita DMT2 dan kardiovaskuler relatif sama. Pengujian statistik dilakukan menggunakan uji korelasi, dan hasil koefisien korelasi menunjukkan tingkat hubungan antar variabel tergolong positif tidak terlalu kuat. Oleh sebab itu peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap 10 informan untuk mengetahui apa saja faktor penyebab DMT2 dan kardiovaskuler. Hasil wawancara menunjukkan faktor penyebab penyakit antara lain pola makan, jenis makanan, orangtua (genetik), usia lanjut, pikiran (stress), kurang olahraga, serta kebiasaan merokok.
Urbanization and the development of urban areas have led to the emergence of many businesses, one of which is food business. The existence of food businesses shapes the food environment, which can affect the health of the surrounding population. Many diseases that have emerged in the modern era are non-communicable diseases (NCD), for example, cardiovascular disease and T2DM. This study has several objectives, namely (1) assessing the type and distribution of food businesses in Yogyakarta City, (2) examining the distribution of T2DM and cardiovascular patients in Yogyakarta City, (3) analyzing the relationship of the distribution of food businesses to the distribution of T2DM and cardiovascular patients in Yogyakarta City. The unit of analysis used in this study is the district. The data used in this study are secondary data (food business data and disease patient data) from several agencies in the city of Yogyakarta and primary data from interviews. Food business data is divided into 2 groups namely carbohydrates and fats. Data on food businesses (carbohydrates and fats) and sufferers of T2DM and cardiovascular disease are classified into 5 classes. The frequency of the classing results is calculated and the distribution is seen through a map. Food businesses are spread throughout the city, but fat food businesses are spread more evenly than carbohydrate food businesses. The distribution of T2DM and cardiovascular sufferers is relatively the same. Statistical testing was performed using a correlation test, and the results of the correlation coefficient showed that the relationship between variables are positive but not too strong. Therefore researchers conducted in-depth interviews with 10 informants to find out what factors causes T2DM and cardiovascular. The interview's results showed the causes of the disease include diet habits, type of consumed food, parents (genetic), old age, stressful mind, lack of exercise, and smoking habits.
Kata Kunci : usaha makanan, DMT2, kardiovaskuler, korelasi, wawancara mendalam