Laporkan Masalah

Hubungan antara Konformitas Maskulinitas dengan Konflik Peran Gender Mahasiswa Keperawatan Laki-laki

DELFINA HANNA CHRISYANDRA, Helly Prajitno Soetjipto, Drs., M.A.

2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Sosialisasi peran gender diketahui berdampak pada pilihan karir dan jurusan kuliah seseorang. Keperawatan, dengan caring sebagai esensinya, dipersepsi sebagai bidang feminin dengan partisipasi pria yang rendah. Walau demikian, untuk menyelesaikan isu seperti global nursing shortage, dibutuhkan lebih banyak perawat pria. Konflik peran gender dapat terjadi sebagai akibat dari sosialisasi maskulinitas yang mendorong masculine mystique dan fear of femininity (O'Neil, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan antara konformitas maskulinitas dengan konflik gender pada mahasiswa keperawatan laki-laki, karena mereka merupakan minoritas pria yang mempelajari bidang feminin ini. Kedua variabel diukur menggunakan Skala Konformitas Maskulinitas yang disusun berdasarkan CMNI-46 milik Parent dan Moradi (2009) serta Skala Konflik Peran Gender dari adaptasi Octavianus (2008) akan GRCS-I O'Neil (1986). Hasil analisis dari data 101 mahasiswa keperawatan laki-laki ini menunjukkan adanya korelasi antara konformitas maskulinitas dengan konflik peran gender (r = 0,316, p < 0,005). Perubahan dalam memahami bentuk-bentuk maskulinitas yang baru dibutuhkan untuk menghilangkan konflik peran gender mahasiswa keperawatan laki-laki dan gender sebagai penghalang dalam bidang keperawatan.

Gender role socialization is known to affect a person's career choice and field of study. Nursing, with caring as its essence, is perceived as a feminine field with low male participation. However, in order to solve issues such as the global nursing shortage, more male nurses are needed. Gender role conflict can happen as a result of masculinity socialization that encourages the masculine mystique and fear of femininity (O'Neil, 2008). This research aimed to find out the relationship between masculinity conformity and gender role conflict in male nursing students, as they are a minority of men studying in this feminine field. The two variables were measured with the Masculinity Conformity Scale, based on Parent and Moradi's (2009) CMNI-46 and the Gender Role Conflict Scale, from Octavianus' (2008) adaptation of O'Neils (1986) GRCS-I. The result of analysis from data of 101 male nursing students showed a positive correlation between masculinity conformity and gender role conflict (r = 0,316, p < 0,005). Change in understanding newer forms of masculinity is required in order to eliminate male nursing student's gender role conflict and gender barriers in the field of nursing.

Kata Kunci : gender, mahasiswa keperawatan laki-laki, maskulinitas, keperawatan

  1. S1-2020-383630-abstract.pdf  
  2. S1-2020-383630-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-383630-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-383630-title.pdf