Laporkan Masalah

PENDIDIKAN DAN EKSPRESI KEMAJUAN PEREMPUAN ELIT DI PESISIR UTARA JAWA TENGAH AWAL ABAD KE-20

Adhi Kurniawan, Dr. Mutiah Amini, M.Hum.

2020 | Skripsi | S1 SEJARAH

Budaya Jawa yang sangat kuat dengan adat istiadat feodal, membuat perempuan tidak mendapat kebebasan dan pendidikan. Keadaan ini yang membuat perempuan untuk melakukan peruubahan. Perubahan tersebut dilakukan oleh perempuat elit. Dibukanya politik etis pada awal abad ke-20 melatarbelakangi munculnya pendidikan bagi perempuan. Di pesisir utara Jawa Tengah pendidikan perempuan di dipelopori oleh R.A Kartini yang membuka sekolah bagi perempuan di Jepara. Usaha tersebut mendapat respon positif dari perempuan lainnya. Hingga pada tahun 1913 berdiri Kartinischool, pada tahun 1917 berdiri Van Deventer school, kemudian Huishoudschool. Berdirinya sekolah-sekolah perempuan menunjukan perkembangan pendidikan di wilayah Jawa. Pendidikan memberikan perubahan orientasi intelektual pada perempuan. hasil dari pendidikan tersebut menghasilkan golongan intelektual yang sadar akan nasib bangsanya. Dampak positif dari pendidikan tersebut adalah munculnya ide-ide kemajuan pada perempuan elit di pesisir utara Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah tang terdiri dari pengumpulan sumber, verifikasi, dan intepretasi. Hasil dari penelitian tersebut kemudian diolah menjadi historiografi. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini berupa arsip, koran, majalah, dan buku. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya modernisasi dan perubahan orientasi intelektual pada perempuan. modernitas dan perubahan orientasi intelektual tersebut diekspresikan melalui gaya hidup, organisasi, dan surat kabar.

Javanese culture with the strong feodal customs causing the women did not get freedom and education. This situation promoted women to make changes. These changes were made by elite women. The begining of ethical politics in the early 20th century was the background of the rise of education for women. On the north coast of Central Java, women's education was spearheaded by R.A Kartini, who opened a school for women in Jepara. The effort received a positive response from other women. Until in 1913 Kartinischool was established, in 1917 Van Deventer school was created, followed by Huishoudschool. The establishment of woman schools showed the development of education in the Java region. Education provided a change in intellectual orientation of women. As the result, the education produced intellectuals who were aware of the fate of their nation. The positive impact of this education was the emergence of ideas of progress on elite women on the north coast of Central Java. This study used historical research methods consist of collecting resources, verifying, and interpreting. The results of the study were processed into historiography. The sources used in this study were archives, newspapers, magazines and books. The results of this study indicated the existence of modernization and changes in intellectual orientation in women. Modernity and intellectual orientation changes were expressed through lifestyle, organization, and newspapers.

Kata Kunci : Modernisasi, Perempuan, Pendidikan, Pesisir Utara Jawa Tengah/Modernization, woman, education, north coastal of central java

  1. S1-2020-378486-abstract.pdf  
  2. S1-2020-378486-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-378486-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-378486-title.pdf