Laporkan Masalah

POLA TANAM OPTIMUM PADA REHABILITASI LAHAN KOMPENSASI IZIN PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN OLEH PT. SEMEN INDONESIA DI BLOK BESOKOR DAN SUMURPITU, KABUPATEN KENDAL

DEWI YALA SAMUDRA, Djoko Soeprijadi, S.Hut., M.Cs.

2020 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penentuan pola tanam optimum merupakan salah satu rancangan kegiatan penanaman yang sangat menentukan keberhasilan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) memperoleh alternatif pola tanam pada rehabilitasi lahan; 2) memperoleh struktur kriteria dan indikator penentuan pola tanam untuk rehabilitasi lahan; dan 3) memperoleh prioritas pola tanam pada rehabilitasi lahan di Blok Besokor dan Sumurpitu yang merupakan lahan kompensasi izin pinjam pakai kawasan hutan. Penelitian ini menggunakan metode analisis multi kriteia untuk menentukan pola tanam optimum dari serangkaian alternatif pola tanam yang ditentukan secara apriori. Proses penilaian dilakukan dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data yang digunakan meliputi biofisik lahan, ekonomi, dan sosial. Berdasarkan kondisi biofisik, ekonomi, dan sosial, disusun 3 alternatif pola tanam untuk tujuan produksi dan 2 pola tanam alternatif untuk tujuan agrowisata. Formulasi struktur kriteria dan indikator dilakukan dengan studi literatur dan professional judgement dari pakar di bidangnya masing-masing. Penentuan pola tanam optimum didasarkan pada kriteria sosial, ekonomi, dan ekologi yang dijabarkan menjadi 6 indikator dan 10 pengukur. Berdasarkan kriteria, indikator, dan pengukur tersebut, pola tanam optimum untuk tujuan produksi adalah pola tanam dengan tanaman pokok sengon dan kaliandra di dalam lungkang kopi sedangkan pola tanam optimum untuk tujuan agrowisata adalah pola tanam dengan tanaman pokok pohon durian dan kaliandra dan kopi di tengah lungkang pohon durian.

Optimum cropping pattern selection is one of planned planting activities that will determine the success of Indonesian Forest and Land Rehabilitation (FLR). The research aimed to 1) obtain cropping patterns alternative on land rehabilitation; 2) obtain the criteria and indicators structure of cropping patterns selection for land rehabilitation; and 3) obtain the priority of cropping pattern on land rehabilitation in Besokor and Sumurpitu Block which is a compensated land of borrow-to-use forestry permit. The research used multi-criteria analysis method to determine an optimum cropping pattern of many cropping pattern alternatives determined a priori. The assessment process is carried out by applying Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The data are the characteristic of land biophysical, economic, and social. Based on the biophysical, economic, and social conditions, 3 alternative planting patterns are arranged for production purposes and 2 alternative planting patterns for agrotourism purposes. The formulation of the criteria and indicator structure is carried out with literature study and experts professional judgement from in their repective fields. Optimum cropping pattern selection is determine by social, economic, and ecological criteria which are broken down into 6 indicators and 10 verifiers. Based on this, the optimum cropping pattern for production purposes is the cropping pattern with sengon as main crop and calliandra planted between coffee, while the optimum cropping pattern for agro-tourism purposes is durian as main crop and calliandra and coffee for intercropped plant.

Kata Kunci : pola tanam, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Analytical Hierarchy Process (AHP), cropping pattern, Forest and Land Rehabilitation (FLR), Analytical Hierarchy Process (AHP).

  1. S1-2020-367958-Abstract.pdf  
  2. S1-2020-367958-Bibliography.pdf  
  3. S1-2020-367958-TableofContent.pdf  
  4. S1-2020-367958-Title.pdf