Laporkan Masalah

Sumber Lempung pada Gerabah Situs Liliodeq, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

NURKHASANAH EKA RIYANI, Dr. Mahirta, M.A.

2020 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Situs Liliodeq merupakan Kampung Tua masyarakat Suku Kedang yang kini tinggal di Desa Mahal I, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mencoba merunut asal sumber lempung pada gerabah temuan di Situs Liliodeq yang kemungkinan dihuni sejak abad 16. Masyarakat Suku Kedang tidak memiliki ketrampilan membuat gerabah dan hingga kini membeli gerabah yang berasal dari Pulau Alor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal sumber lempung gerabah Situs Liliodeq berdasarkan persentase unsur kimia lempung gerabah temuan Situs Liliodeq yang dikomparasikan dengan dua gerabah Alor Kecil (dibeli dari Pasar Pada, Lembata dan Pasar Kalabahi, Alor Kecil) dan gerabah lokal dari Labala (sebuah wilayah Pulau Lembata bagian Selatan yang masih memproduksi gerabah hingga sekarang). Data gerabah diambil melalui ekskavasi test pit oleh penulis dan Tim penelitian gabungan Australia National University dengan Universitas Gadjah Mada. Total fragmen yang ditemukan sebanyak 96 fragmen gerabah kemudian diidentifikasi dan diketahui berasal dari 29 individu. Dari 29 individu gerabah Situs Liliodeq diambil 11 sampel ditambah dengan 3 sampel gerabah modern (2 dari Alor Kecil dan 1 dari Labala) untuk diproses melalui pemisahan lempung dan inklusi. Lempung yang berhasil dipisahkan kemudian dianalisis dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectrometer (SEM-EDS). Analisis ini dilakukan di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu, Universitas Gadjah Mada (LPPT UGM) untuk mengetahui komposisi unsur kimia masing-masing sampel. Hasil analisis disajikan berupa tabel, grafik dan diagram kemudian diinterpretasikan. Hasil perbandingan karakteristik lempung sampel gerabah Situs Liliodeq yang digunakan dan sampel pembanding dari Labala menunjukkan bahwa sejak 17 generasi yang lalu, masyarakat Suku Kedang yang memiliki Situs Liliodeq lebih memilih mendatangkan atau mengambil gerabah dari Alor Kecil dengan cara menyeberang laut daripada mengambil gerabah atau mendatangkan gerabah dari wilayah Selatan Pulau Lembata. Setidaknya berdasarkan sampel, gerabah yang berasal dari Alor Kecil memiliki karakteristik komposisi unsur pada lempung yang tidak sama. Seluruh sampel gerabah Situs Liliodeq cenderung mengelompok berdekatan dengan gerabah Alor Kecil yang dibeli di Pasar Pada di Lembata. Masyarakat Suku Kedang lebih mudah berhubungan dengan masyarakat Alor melalui jalur laut daripada daerah lain di Selatan Pulau Lembata karena kondisi wilayahnya yang sulit ditempuh melalui jalur darat dan arus laut yang lebih deras.

Liliodeq site is an old village habituated by the people of Kedang Tribe who currently live in Mahal I village, Omesuri, Lembata, East Nusa Tenggara. This research aims to trace the origin of clay source pottery found in Liliodeq site which may have been inhabited since the 16th century. The Kedang people do not have the skills to make pottery and up to now buy pottery from Alor Island. This study aims to determine the origin of the clay source Liliodeq Site pottery based on the chemical elements percentage of pottery found in the Liliodeq Site compared to the two Alor Kecil pottery vessels (purchased from Pasar Pada, Lembata and Pasar Kalabahi, Alor Kecil) and local pottery from Labala (an area on the southern part of Lembata Island that still produces pottery until now). The data of the potteries were retrieved from excavation pit test by the authors and the joint research team of Australia National University and Gadjah Mada University.The total fragments found were 96 pottery fragments were then identified from 29 individuals. From 29 individual Liliodeq pottery vessels, 11 samples were added with 3 samples of modern pottery (2 from Alor Kecil and 1 from Labala) to be processed through clay and inclusion separation procedure. The clay which was successfully separated was then analyzed by using Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectrometer (SEM-EDS). This analysis is carried out in Integrated Research and Testing Laboratory of Universitas Gadjah Mada (LPPT UGM) to discover the composition of chemical substances of each sample. The data are shown in tables and graphs and then being interpreted. The result of clay characteristic comparison between pottery samples from Liliodeq site and reference samples from Labala showed that since 17 generations ago, people of Kedang tribe whom own Liliodeq site prefer to import pottery from southern Lembata Island. Based on the samples, pottery from Alor Kecil has a distinct element composition characteristics. Pottery samples from Liliodeq site rather clustered towards pottery from Alor Kecil. It is easier for people of Kedang tribe to have a contact with people of Alor through the sea rather than with other area of southern Lembata Island because of the extreme travel difficulty through land and sea route.

Kata Kunci : analisis sumber lempung, analisis inklusi, gerabah, Liliodeq, Lembata, Nusa Tenggara Timur

  1. S1-2020-364590-abstract.pdf  
  2. S1-2020-364590-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-364590-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-364590-title.pdf