Resistances Of African-American Women To White Beauty Standard As Depicted In Instagram
ANASTASIA OENDY, Dr. Dewi Haryani Susilastuti, M.Sc.
2020 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKAINTISARI Mitos kecantikan didominasi oleh kelompok elit. Kelompok tersebut menggunakan media untuk membingkai mitos kecantikan. Sayangnya, mitos kecantikan ini dibingkai dengan standar kecantikan yang tidak realistis. Mitos kecantikan menyebarkan ideologi bahwa wanita yang menarik akan lebih sukses dan disukai. Media berhasil membujuk perempuan Afrika-Amerika untuk tampil sesuai strandar kecantikan wanita kulit putih. Karena standard kecantikan terebut merugikan wanita kulit hitam, munculah fenomena counter discourse yang membingkai kecantikan dengan definisi lain seperti yang digambarkan pada akun Instagram @myblackisbeautiful. Disatu sisi, fenomena lain membutikan mimikri justru menjadi pujaan oleh masyarakat seperti yang digambarkan pada akun Instagram @americanbeautystar. Karenanya, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk kontra wacana dan mimikri. Penelitian ini menggunakan penelitian pustaka dalam pengumpulan data dan juga menggunakan cara deskriptif analisis dan penggunaan tabel dalam rangka menampilkan hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Data yang terkumpul dibagi menjadi data primer dan sekunder. Data primer menempatkan Instagram sebagai sumber yang bermakna sedangkan data sekunder diambil dari buku dan refernsi jurnal, review penelitian lain yang mendukung penelitian terhadap media sosial tersebut. Temuan dan pembahasan penelitian ini menunjukan beberapa implikasi dari mitos kecantikan yang menghubungkan daya tarik wanita dengan profesionalime, femininitas, dan kesuksesan. Hal ini menyakitkan bagi wanita kulit hitam. Oleh karena itu, wanita kulit hitam mendefinisikan kecantikan yang didasarkan pada kebaikan hati dan ketangkasan seperti yang digambarkan pada akun instagram @myblackisbeautiful. Namun, faktanya industri kecantikan seperti pada akun instagram @americanbeuatystar lebih sering menampilkan wanita Afrika-Amerika yang mirip wanita kulit putih agar mendapat banyak peminat. Hal itu merupakan fakta bahwa hibriditas tanpa menghilangkan sepenuhnya identitas asli bisa menjadi resistensi terhadap dominasi antar-ras.
ABSTRACT The beauty myth is dominated by elite groups. The elite groups use media to frame the beauty myths. Unfortunately, the beauty myth is framed by using the unrealistic beauty standard. The myth spreads the ideology that the more attractive a woman is, the more she is successful and liked. The media has succeeded in persuading African-American women to practice the white beauty standard. Because of the beauty standard has hurt African-American woman, it results in a phenomenon of counter discourse that frames beauty with new definition such as depicted in Instagram account @myblackisbeautiful. On one side, another phenomenon proves that mimicry precisely is adorned by the society such as depicted in Instagram account @americanbeautystar. Hence, this research aims to explain the counter discourse using critical discourse analysis and mimicry theory. This study employed library research in collecting the data, and it also employed the descriptive analytical manner and table in order to present the result of the analysis. Under the library research, the data were divided itu primary and secondary. The former, placed Instagram as the valuable resource whereas the secondary data were taken from any other books, journals, research reviews, which were supporting to this study. The findings and the discussion of this research shows that the beauty myth connects a woman's attractiveness with professionalism, femininity, and successes. As the beauty myth hurts black women, they redefine the beauty myth based on the inner beauty and dexterity as depicted in Instagram account @myblackisbeautiful. However, another fact as depicted in Instagram account @americanbeuatystar appears African-American women who looked like white women more frequent in order to get more attentions. It is the fact that hybridity without losing the original identity entirely can be a resistance to intra-racial domination.
Kata Kunci : Mitos kecantikan, standar kecantikan, perempuan Afrika-Amerika