Laporkan Masalah

The Intricacy of Indonesian Crisis Management of 2008-2009 Global Recession Under the Administration of Susilo Bambang Yudhoyono: Good Policy or Good Luck?

RAKA PUTRA FIRDAUSI, Dr. Dedy Permadi, S.I.P., M.A.

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Dampak dari Resesi Hebat 2008-2009 dapat dirasakan oleh banyak negara di dunia ini dan Indonesia tidak dapat disangkal juga ikut terpengaruh oleh masalah ini. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga Asia lainnya seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia, dampak dari Resesi Hebat 2008-2009 terhadap Indonesia sangatlah terbatas baik dalam kuantitas maupun efektivitas. Lingkup dari Resesi Hebat 2008-2009 bisa dibilang lebih besar dari Krisis Keuangan Asia dan ini kemudian menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sesuatu yang memberikan pengaruh krusial bagi dunia yang mengglobal ini hanya memberikan dampak yang terbatas pada negara berkembang yang kecil ini, yaitu Indonesia. Krisis ekonomi tersebut bukan hanya mampu menunjukkan bagaimana negara berkembang seperti Indonesia dapat bertahan dari fenomena tersebut, tetapi juga menunjukkan bagaimana krisis tersebut telah menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih baik untuk manajemen krisis seperti bagaimana pemilihan aksi yang baik; situasi ekonomi Indonesia pada saat itu; dan kepercayaan publik dapat secara efektif mempengaruhi jalannya manajemen krisis di Indonesia. Maka dari itu, penelitian ini akan mencoba untuk melihat lebih dalam fenomena yang terjadi pada waktu tersebut yang akan dilihat melalui konsep Fitur Struktural Negara Berkembang oleh Paul Krugman dan Maurice Obstfeld dan Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Presiden (Presidential Approval Rating) oleh George C. Edward III, William Mitchell, dan Reed Welch. Besar harapan bahwa diskusi ini dapat memberikan audiens yang secara spesifik mempelajari ekonomi politik suatu sudut pandang yang berbeda untuk lebih memahami bagaimana manajemen krisis suatu negara dijalankan.

Impact of the 2008-2009 Great Recession was felt by many countries in this world and Indonesia is undeniably affected by the issue as well. In comparison to other neighboring Asian countries such as Singapore, Thailand, and Malaysia, the impact of the 2008-2009 Great Recession to Indonesia is limited whether in quantity and effectiveness. The scope of the 2008-2009 Great Recession is arguably larger than the Asian Financial Crisis and this then raised question on how did something that give crucial influence to this globalizing world shows only limited impact to this small emerging country which is Indonesia. The crisis not only is able to show how emerging country such as Indonesia could survive from the phenomenon, but also show how the crisis had highlighted the importance of a better approach to crisis management such as how a considerably good action; Indonesian economic situation at that particular time; and public trust could effectively affect the running of crisis management of Indonesia. This research then will try to look deeper on phenomenon occurring at that particular time seen through the concept of Structural Features of Developing Countries by Paul Krugman and Maurice Obstfeld and Presidential Approval Rating by George C. Edward III, William Mitchell, and Reed Welch. It is hoped that this discussion might give the audience specifically ones studying political economy another distinctive point of view to better understand how crisis management of a country is conducted.

Kata Kunci : Great Recession, 2008-2009, Indonesia, Crisis Management, Susilo Bambang Yudhoyono, Political Economy

  1. S1-2019-386867-abstract.pdf  
  2. S1-2019-386867-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-386867-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-386867-title.pdf