Laporkan Masalah

KELAYAKAN USAHA TANI BUNGA KRISAN DI KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN

ACHMAD CHAZA AINAL C, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Fatkhiyah Rohmah, S.P., M.Sc.

2020 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Bunga potong krisan dikembangkan karena bernilai ekonomis cukup dan tinggi mempunyai peluang besar untuk meningkatkan taraf hidup petani. Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi lahan dan agroklimat yang cocok untuk pengembangan usaha tani bunga krisan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keadaan finansial usaha tani bunga krisan di Kecamatan Tutur dan mengetahui kelayakan usaha tani bunga krisan di Kecamatan Tutur. Metode yang digunakan untuk mengetahui keadaan finansial yaitu dengan mencari nilai pendapatan petani krisan dari selisih antara penerimaan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dalam usaha tani, serta untuk menentukan kelayakan usahatani krisan yaitu dengan menguji dua aspek yaitu aspek finansial dengan metode analisis R/C, analisis π/C, dan analisis break even point dan aspek non finansial dengan menguji keadaan usaha tani berdasarkan aspek teknis dan manajemen yang kelayakannya ditentukan dengan terpenuhinya indikator-indikator yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya biaya usaha tani yaitu sebesar Rp 61.655.424,71; dan pendapatan sebesar Rp 149.081.718,14 per usaha tani per tahun. Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa usaha tani krisan di Kecamatan Tutur memiliki rasio R/C 3,42 (R/C > 1), rasio π/C 237% (π/C > 5,25%), dan BEP yang layak, dimana BEP penerimaan Rp 35.452.966,83 (penerimaan usaha tani Rp 210.737.142,86 per tahun), BEP produksi 3.514 ikat (produksi usaha tani 20.971 ikat per tahun), dan BEP harga Rp. 2.940,03/ikat (harga Rp. 10.083,33/ikat) dan berdarkan uji kelayakan dari aspek teknis dan manajemen memenuhi indikator yang telah ditentukan. Dengan demikian usaha tani bunga krisan di Kecamatan Tutur menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.

Chrysanthemum flowers were developed caused its high-value and has great opportunity to improve the standard of living. Tutur District, Pasuruan Regency has land and agro-climate potential which is suitable for the development of chrysanthemum flower farming business. The purpose of this study is about determine financial state of chrysanthemum farming in Tutur District and determine the feasibility of chrysanthemum farming in Tutur District. The method used to find out financial state of chrysanthemum farming is by finding chrysanthemum farmer income which counted from the difference between the revenue and costs incurred in farming, as well as determining the feasibility of chrysanthemum farming by using two sources of financial information with R / C analysis methods, π/C analysis, break even point analysis and non-financial aspects by examine the farming business situation based on technical and management aspects which eligibility was determined by the fulfillment of predetermined indicators. The results of the research indicated that cost for the chrysanthemum farming is Rp 61.655.424,71 per farming business per year, while its income reaches Rp 149.081.718,14 per farming business per year. The result of feasibility study indicated that chrysanthemum farming in Tutur District has R/C ratio of 3,42 (R/C >1), π/C ratio of 237% (π/C>5,25%), and feasible BEP, where BEP of revenue of Rp 35.452.966,83 (farming revenue Rp 210.737.142,86 per year), BEP of production of 3.514 bunchs (production 20.971 bunchs per year) and BEP of price of Rp 2.940,03 per bunchs (price Rp 10.083,33 per bunchs) and based on feasibility study from technical and management aspects has met the predetermined indicators. Therefore, chrysanthemum flower farming business in Tutur District is profitable and feasibly to develop.

Kata Kunci : bunga krisan, kondisi finansial, kelayakan/chrysanthemum flower, financial state , feasibility

  1. S1-2020-369359-abstract.pdf  
  2. S1-2020-369359-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-369359-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-369359-title.pdf