Peran Center for Improving Qualified Activity in Life of People with Disabilities (CIQAL) dalam Memperjuangkan Hak Politik Difabel di DIY pada Pemilu Serentak 2019
TAFRIDA KHOIRUNISA, Theresia Octastefani, S. AP., M.AP., M.Pol.Sc.
2020 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini berfokus pada peran Center for Improving Qualified Activity in Life of People with Disabilities (CIQAL) dalam memperjuangkan hak politik difabel di DIY pada pemilu serentak 2019. Kajian mengenai peran CIQAL dalam memperjuangkan hak politik difabel menjadi penting untuk dilakukan karena didasarkan pada sejumlah pertimbangan sebagai berikut. Pertama, CIQAL sebagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi ternyata juga mengimbanginya dengan perjuangan di bidang politik. Kedua, CIQAL merupakan salah satu lembaga yang aktif dalam menyampaikan hak politiknya karena CIQAL mendapat akses sosialisasi, informasi dan pendidikan politik dari pemerintah maupun KPU sebagai penyelenggara pemilu. Ketiga, peranan CIQAL turut berjuang untuk memastikan inklusivitas dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu dan menjamin hak politik difabel sebagai warga negara yang tidak hanya bertindak sebagai pemilih, namun juga dapat maju sebagai calon legislatif atau penyelenggara pemilu. Keempat, keberadaan CIQAL dapat mendorong peningkatan kesadaran difabel untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan/ruang politik dan demokrasi dalam Pemilu 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. LSM CIQAL dalam memperjuangkan hak difabel akan dianalisis menggunakan kerangka konsep kategorisasi LSM menurut Dr. Mansour Fakih. Sedangkan untuk mengetahui peran LSM CIQAL dalam memperjuangkan hak politik difabel dalam pemilu serentak 2019 akan dianalisis menggunakan kerangka konsep peran LSM menurut Adi Suryadi Culla. Model representasi Direktur CIQAL yang memutuskan untuk maju menjadi caleg dalam pemilu serentak 2019 ini akan dianalisis menggunakan kerangka konsep representasi menurut Hanna F. Pitkin. Dari penelitian dan analisis yang dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa LSM CIQAL merupakan lembaga yang sedang dalam masa transisi dari kategori reformis menuju kategori transformis berdasarkan klasifikasi kategorisasi LSM di Indonesia. Dalam rangka memperjuangkan hak politik difabel, LSM CIQAL telah berhasilkan melaksanakan ketiga peran LSM, yaitu peran kekuatan pengimbang, gerakan pemberdayaan masyarakat serta lembaga perantara. Direktur CIQAL, Suryatiningsih saat maju menjadi caleg untuk mewakili perempuan dan difabel mencerminkan model representasi simbolik-deskriptif.
Focus of the research is the role of Center for Improving Qualified Activity in Life of People with Disabilities (CIQAL) to fight for the disability political rights during the 2019 Indonesian general election in DIY. The research is relevant based on these following considerations. First, CIQAL as an economic-focused organization also complements its orientation in political field. Second, CIQAL is an organization that actively expresses their political rights since they got the information and political knowledge access from the government and KPU (General Election Commission), which organize the election. Third, CIQAL also actively fight for inclusiveness assurance on each stage of the election and ensure the disability political rights, not just as a voter but also to be a part of the legislative and the election organizer. Fourth, CIQAL's presence could encourage people with disabilities to participate more in any political and democracy activities during the 2019 Indonesian general election. The researcher uses qualitative method with case study approach for the research. The data were collected through interviews, observations, documentations and literature studies. LSM (in English: Non-governmental organization or NGO) CIQAL's fights for the disability rights will be analysed using the theory of NGO categorization by Dr. Mansour Fakih. Moreover, theory of NGO roles by Adi Suryadi Culla will be used in analysing NGO CIQAL's role to fight for the disability political rights during the 2019 Indonesian general election. Model of representation, the CIQAL's director who decided to get nominated as a legislator in the 2019 Indonesian general election will be analysed using the theory of representation by Hanna F. Pitkin. From the result of the research and analysis, it can be concluded that NGO CIQAL is an institution that is still on transition period from the reformist to the transformist category according to NGO categorization in Indonesia. In order to fight the disability political rights, NGO CIQAL has succeeded to do the three NGO's roles which are role of balancing power, community empowerment movement and intermediary institution. Suryatiningsih as the Director of CIQAL, demonstrates symbolic-descriptive representation model when she was nominated as a legislator to fight for the women's and disability rights.
Kata Kunci : LSM Difabel, Hak Politik Difabel, Kategorisasi LSM, Peran LSM, Representasi Politik, LSM CIQAL