Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Taman Wisata Alam Muka Kuning Kota Batam
ROY KHANA LELA, Dr. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si.
2020 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengelolaan kawasan konservasi saat ini tidak selalu berjalan dengan baik. Masih banyak tantangan yang muncul dan memengaruhi pengelolaan sebuah kawasan konservasi. Mempertimbangkan berbagai tantangan dan permasalahan yang muncul, maka perlu untuk mengevaluasi pengelolaan kawasan konservasi TWA Muka Kuning yang telah berlangsung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis ancaman yang berada di TWA Muka Kuning, mengidentifikasi prioritas permasalahan yang dihadapi TWA Muka Kuning, dan menilai efektivitas pengelolaan TWA Muka Kuning. Penelitian dilakukan di TWA Muka Kuning Kota Batam dengan menggunakan instrumen Management Effectiveness Tracking Tool (METT) sebagai pedoman dalam focus group discussion (FGD) bersama informan yang telah ditentukan oleh peneliti. Informan dalam penelitian ini adalah staf pengelola (SKW II dan TWA Muka Kuning), masyarakat, dan perwakilan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Ancaman utama yang ditemukan adalah adanya infrastruktur, kegiatan wisata, pembalakan liar, dan kebakaran hutan. Prioritas permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya SK Penetapan berdasarkan tata batas yang terbaru, penggunaan lahan dan air di sekitar kawasan pada beberapa titik lokasi, terutama pada areal dekat perumahan tidak mempunyai area penyangga. Selain itu, kualitas dan kuantitas pegawai yang belum memadai, upaya penegakan hukum masih kurang tegas, dan pengelola belum memiliki Sistem Informasi Manajemen (SIM) juga berpengaruh. Pungutan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan keterlibatan operator wisata masih minim karena ODTWA belum dikembangkan secara optimal serta belum ada roadmap penelitian. Rencana pengelolaan jangka pendek (RPJP) yang belum adanya, dan keuntungan ekonomi kawasan yang dirasakan masyarakat masih relatif kecil. Pengelolaan Kawasan TWA Muka Kuning tergolong efektif dengan nilai METT sebesar 69%.
The management of conservation areas currently does not always run well, there are still many challenges that arise and affect the management of a conservation area. Considering the various challenges and problems that arise, a strategy is needed to evaluate the management of the TWA Muka Kuning. The purpose of this study is to determine the types of threats in the TWA Muka Kuning, identify priority problems faced by the TWA Muka Kuning manager, and assess the effectiveness of the TWA Muka Kuning management. The study was conducted at TWA Muka Kuning in Batam using the Management Effectiveness Tracking Tool (METT) as a guideline in focus group discussions (FGD) with informants determined by the researchers. The informants of this research are the management staff (SKW II and TWA Muka Kuning), the community and BP Batam representatives. The main threats found are the insfastructure, tourism activity, illegal logging and forest fires. For the management, the priority problems are: the area�s new border isn�t established with a regulation yet; the utilization of water and land inside the area and without a buffer zone; the inappropriate quality and quantity of management staff; weak law enforcement; low financial backing; lacked of management information system; no research roadmap; no long term management planning; as well the management barely has financial contribution to the surrounding community. But overall, management of TWA Muka Kuning can be regarded as effective with METT value of 69%.
Kata Kunci : Efektivitas pengelolaan, METT, TWA Muka Kuning