Laporkan Masalah

PENGARUH SUPLEMENTASI PAKAN SUMBER PROTEIN TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN PADA KAMBING BLIGON LAKTASI

RAHMAT KURNIAWAN, Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA, IPU.; R. Edwin Indarto, S.Pt., M.P.

2020 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek suplementasi pakan sumber protein terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien pada kambing Bligon pada masa laktasi. Penelitian dilakukan di kelompok ternak Jatikuning, desa Ngoro-oro, kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. Penelitian dilakukan menggunakan 10 ekor induk kambing Bligon masa laktasi delapan sampai empat belas minggu dengan bobot badan antara 25 sampai 40 kg dan dibagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok kontrol (K) dan perlakuan (P) yang masing-masing terdiri dari 5 ekor. Kelompok tersebut dibagi menjadi 2 yang diberi pakan basal hijauan sesuai kebiasaan peternak dan kelompok II (perlakuan) yang diberi pakan hijauan sesuai kebiasaan peternak + 500 g suplemen sumber protein (perlakuan). Perlakuan pakan pada kambing dilakukan selama 8 minggu. Penelitian terbagi menjadi 3 tahap, di antaranya. Tahap pertama adalah tahap adaptasi dan pendahuluan ternak terhadap perlakuan suplemen pakan sumber protein yang diberikan dan berlangsung selama 2 minggu, kemudian dilanjutkan pada tahap kedua koleksi total yang meliputi koleksi pakan pemberian, sisa pakan, feses dan urin pada 10 hari terakhir perlakuan pakan. Tahap lanjutan adalah analisis proksimat yang meliputi analisis bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK). Serat Kasar (SK), lemak kasar (LK), bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan total digestible nutrients (TDN). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi komposisi kimia pakan suplemen, komposisi kimia pakan hijauan, konsumsi nutrien dan kecernaan nutrien. Data yang diperoleh selanjutnya diuji dengan analisis T-test. Hasil analisis menunjukkan suplementasi pakan dapat meningkatkan konsumsi g/kg/hari untuk PK yaitu pada kelompok kontrol (K) dibandingkan kelompok ternak (P) berturut-turut (1214,6; 1511,91), namun belum mampu mempengaruhi konsumsi BK, BO, LK, SK, BETN dan TDN. Kecernaan (%) mengalami peningkatan dengan adanya suplementasi yang berturut-turut pada kelompok kontrol (K) dibandingkan kelompok ternak (P) yaitu BK (68,87; 73,50), BETN (65,77; 78,23), TDN (66,47; 71,36) akan tetapi belum mampu meningkatkan BO, PK, SK dan LK. Ternak yang diberi suplementasi sumber protein, konsumsi dan kecernaannya lebih baik dibanding dengan yang tidak diberikan suplementasi sumber protein.

This research was aimed to determine the effect of protein feed suplemenon consumption and digestibility of nutrients in Bligon goats during lactation. This research was conducted in farmer group Jatikuning, Ngoro-oro village, Patuk District, Gunungkidul, Yogyakarta. This research was conducted using 10 lactating Does Bligon with 8 to 14 week-age and body weight ranged from 25 to 40 kg and divided into 2 groups, which was consist of group control (K) and group of treatment (P), each consisting of 5 goats. This research groups were divided into 2, group 1 were fed forage basalts according to farmers normal rations and group 2 were fed forage according to farmers normal rations + 500 g of protein feed supplement. This treatment last for 8 weeks. This research was divided into 3 step. First, the adaptation and introduction process, which gives the supplement of protein into their diet for 2 weeks. Next, collection process which contains the collection of diet, leftovers, feces and urine for last 10 days of reseach. Lastly, analysis process which is to knows how much dry matter (DM), organic matter (OM), crude protein (CP). Crude Fiber, crude fat, non-nitrogenous extract ingredients and total digestible nutrients (TDN) using proximate analysis. The parameters observed in this study include the chemical composition of feed supplements, the chemical composition of forage feed, nutrient consumption and nutrient digestibility. The data obtained were then tested using T-test analysis. The analysis showed supplement consumption could increase crude protein consumption between control group (K) compare treatment group (P) which shown (1214,6; 1511,91), but wasn’t able to affect consumption of dry matter, organic matter, crude fat, crude fiber, nitrogenous free extract and total digestible nutrients. The digestibility (%) was increase that affect from protein feed suplement which is DM (68,87; 73,50), NFE (65,77; 78,23) and TDN (66,47; 71,36), however it can’t be work on OM, CP, EE, and CF. Goat that given protein feed suplement better than goat without given protein feed supplement.

Kata Kunci : Kambing Bligon, Kambing masa laktasi, Kecernaan, suplemen pakan, Konsumsi

  1. S1-2020-346207-Abstract.pdf  
  2. S1-2020-346207-Bibliography.pdf  
  3. S1-2020-346207-TableofContent.pdf  
  4. S1-2020-346207-Title.pdf