Laporkan Masalah

Pemanfaatan Modal Sosial Untuk Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo,Yogyakarta

IRMALA JELITA, Dr. Tri Winarni Soenarto Putri, S.U.

2020 | Tesis | MAGISTER PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

INTISARI Karangwaru merupakan sebuah Kelurahan di sudut Kota Yogyakarta yang dilintasi oleh Sungai Buntung yang identik dengan kawasan kumuh dan tidak teratur. Perlu kerja keras dan kolektivitas dari masyarakat untuk mengentaskan kekumuhan tersebut. Dengan adanya program KOTAKU yang merupakan suatu bentuk program pemberdayaan masyarakat dengan mengedepankan partisipasi aktif masyarakat melalui modal sosial yang ada, tentunya akan memberi suatu pencapaian yang bermutu dan lebih maksimal terhadap pencapaian program. Kapasitas modal sosial adalah suatu hal yang penting pada sebuah program demi mencapai tujuan yang dikehendaki, dalam upaya peningkatan peran serta masyarakat pada program pemberdayaan agar dapat berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini melihat kapasitas modal sosial berdasarkan aspek-aspek modal sosial yang ada dimasyarakat untuk peningkatan partisipasi masyarakat dalam Program KOTAKU di Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Selain itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam program KOTAKU. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dan strategi dalam menentukan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap para informan, serta dilengkapi dengan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya pemanfaatan modal sosial masyarakat Karangwaru terdiri pada; (1) norma yang dimiliki sebagai aturan-aturan berupa kesepakatan yang kolektif, (2) nilai yang terkandung berupa nilai gotong royong, nilai kesopanan, nilai kejujuran, (3) kepercayaan yang terbentuk karena ada harapan yang sifatnya kepentingan bersama, (4) resiprositas ada karena saling membutuhkan, dibuktikan dengan tolong menolong, dan hubungan timbal balik seperti kerja bakti dalam merawat lingkungan, (5) jaringan yaitu terbentuknya gerakan sosial KKRS, (6) tindakan pro aktif yaitu kurangnya sikap inisiatif masyarakat, yang selalu mengedepankan para tokoh masyarakat. Adapun faktor pendukung partisipasi masyarakat berupa faktor kesadaran, transparansi/ keterbukaan, memiliki tokoh masyarakat, serta pemahaman informasi. Sedangkan faktor penghambat partisipasi masyarakat yaitu karena tingkat pendidikan masyarakat yang rendah dan kesibukan masyarakat itu sendiri.

ABSTRACT Karangwaru is a village located in the corner of Yogyakarta city that is crossed by Buntung River which is identical to slums and irregular areas. It takes hard work and the collectivity of the community to alleviate the slums. With KOTAKU, a form of Community empowerment program by promoting the active participation of the community through the existing social capital, it will certainly provide a quality achievement and more leverage towards the achievement of the program. The capacity of social capital is an important thing in a program in order to achieve the desired goals in an effort to increase community participation in empowerment programs in order to run well. This research aims to see the capacity of the social capital of the community in Karangwaru, District Tegalrejo, Yogyakarta, to increase their participation in KOTAKU Program. In addition, this study intends to know the supporting factors and barriers to community participation in the KOTAKU program. This research used a descriptive qualitative method and purposive sampling technique as a strategy in determining the informant. The data collected through observation, interviews, and documentation with the selected informants. The results of this research shows that the utilization of social capital of Karangwaru community consists of: (1) the norm that belongs to the rules of the collective agreement; (2) the value contained in the form of mutual cooperation values, the value of modesty, and the value of honesty; (3) the trust that formed based on common interest; (4) the existence of mutual needs as evidenced by the tradition of helping and reciprocal relationship such as community service in caring for the environment; (5) the existence of the network in the form of KKRS social movement; (6) proactive action measured by a lack of community initiatives that always prioritize community leaders. The supporting factors for community participation are in the form of awareness, transparency/openness, the presence of community leaders, as well as understanding of information. While the inhibitory factor of community participation is due to the low level of education and the dense of activity in the community itself.

Kata Kunci : Program KOTAKU, Modal Sosial, Partisipasi Masyarakat / KOTAKU program, social capital, community participation

  1. S2-2020-404183-abstract.pdf  
  2. S2-2020-404183-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-404183-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-404183-title.pdf