Pengamatan Konsumsi dan Kecernaan Nutrien Kambing Bligon Betina Lepas Sapih Pada Pemeliharaan Kondisi Terkontrol dan Kondisi Lapangan
ANISA WARIH NUGRAHENI, Prof.Dr.Ir. Kustantinah, DEA., IPU ; R. Edwin Indarto, S.Pt.MP.
2019 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPemeliharaan kambing Bligon banyak dilakukan oleh masyarakat secara tradisional dimana pemeliharaan biasanya tidak begitu memperhatikan kecukupan nutrien pakan sehingga terkadang kebutuhan pakan tidak terpenuhi. Apalagi pada ternak muda, dimana pertumbuhan terjadi paling cepat, dan pemberian pakan yang mencukupi kebutuhan dapat memaksimalkan produktivitas ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi dan kecernaan pada anak kambing Bligon betina lepas sapih yang dipelihara dalam kondisi terkontrol dan yang dipelihara pada kondisi lapangan. Penelitian menggunakan 16 ekor Kambing Bligon betina berumur 4 bulan dengan rata-rata berat awal 11,14 kg, yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 8 ekor di pelihara secara terkontrol dan 8 ekor dipelihara pada kondisii lapangan. Kelompok terkontrol diberi pakan berupa kaliandra dan rumput raja, serta konsentrat, pada pemiliharaan dilapangan pemberian pakan disesuaikan dengan pemberian pakan yang dilakukan oleh peternak. Uji proksimat sesuai prosedur AOAC (2005) dilakukan pada bahan pakan dan feses. Analisis data menggunakan Uji-T. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi PK, LK, BETN dan TDN pada kambing yang dipelihara secara terkontrol berbeda nyata dari kambing yang dipelihara oleh peternak. Kecernaan BO, LK, SK, dan BETN pada kambing yang dipelihara terkontrol berbeda nyata dari yang dipelihara pada kondisi lapangan oleh peternak. Hasil PBBH menunjukkan bahwa pemeliharaan secara terkontrol maupun oleh peternak tidak menunjukkan hasil perbedaan nyata (p>0,05). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu, bahwa perlakuan pemeliharaan terkontrol dapat meningkatkan PBBH dan FCR akan tetapi belum efektif untuk menaikkan PBBH Kambing Bligon lepas sapih.
Bligon goat maintenance was mostly done traditionally, where maintenance usually not pay much attention to the adequacy of feed nutrients, that sometimes the need of feed nutriens not fully fullfiled. Especially in young goat, where the best state of growth occurs, and with sufficient nutrients feeding can maximize goat productivity. The aim of this reaserched was to study consumtion and digestibility of post weaned female Bligon goat which were maintained in controlled condition and uncontrolled condition. The study used 16 4-month-old female Bligon goat with initial weight 11,14 kg, the goat were divided into 2 groups, 8 goat were maintained in a controlled condition and 8 were kept by farmers (uncontrolled condition). Controlled group were fed with Calliandra, king grass and concentrate . In uncontrolled condition feed was according to farmers. Proximate test carried out according to the AOAC (2005) procedure were done to feed sample and feces. Data analysis used mean comparison, T-Test. The results of the analysis shows that consumtion of CP, EF, NFE, and TDN in goat that ware maintained in a controlled condition significaly different from uncontrolled condition. Digestibility of OM, EF, CF, and NFE in controlled does is significantly different from uncontrolled condition. ADG results show that maintenance in controlled and uncontrolled condition by farmers did not show significant results (p> 0,05). It concluded that the controlled maintenance treatment can increased ADG and FCR but not effective for increased the ADG from the postweaned female Bligon
Kata Kunci : Kambing Bligon, Lepas sapih, Konsumsi, Kecernaan, Terkontrol, Lapangan