Persepsi Petani terhadap Peran Kelompok Tani dalam Penerapan Inovasi Sistem Tanam Padi Jajar Legowo di Kecamatan Godean Kabupaten Sleman
DEVY KRISNAWATI, Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D; Dr.Agr.Ir. Sri Peni Wastutiningsih
2020 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANInovasi sistem tanam padi jajar legowo merupakan temuan baru dalam kegiatan budidaya tanaman padi dengan cara mengatur jarak tanam sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produktivitas tanaman padi. Salah satu hal penting dengan adanya inovasi perlu dilakukan diseminasi inovasi melalui keberadaan kelompok tani. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui persepsi petani terhadap peran kelompok tani sebagai media belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi dalam penerapan inovasi sistem tanam padi jajar legowo. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik persepsi petani terhadap peran kelompok tani dalam penerapan inovasi sistem tanam padi jajar legowo dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode dasar pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu di Desa Sidoluhur dan Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman dan responden penelitian dipilih secara simple random sampling dengan masing-masing desa 30 petani. Total responden sebanyak 60 petani. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji proporsi dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% petani memiliki persepsi yang baik terhadap peran kelompok tani dalam penerapan inovasi sistem tanam padi jajar legowo di Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. Persepsi tertinggi yang berperan baik adalah peran kelompok tani sebagai media belajar dengan nilai persentase sebesar 81,65%. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani terhadap peran kelompok tani adalah sikap, motivasi, dan peran ketua kelompok tani. Faktor-faktor yang tidak mempengaruhi persepsi petani terhadap peran kelompok tani adalah umur, pendidikan, keaktifan mengikuti penyuluhan, dan peran penyuluh pertanian.
The innovation of the jajar legowo rice planting system is a new finding in the cultivation of rice by adjusting the spacing in an effort to increase the productivity of rice. One of the important things with innovation is necessary to disseminate innovation through the existence of farmer groups. This research was conducted to determine farmers perceptions toward the role of farmer groups as a learning media, a cooperation media, and a production unit in the application of innovation of jajar legowo rice planting system. This research was conducted in Godean District, Sleman Regency. This study aims to find out how well farmers perceptions of the role of farmer groups in the application of innovation in the jajar legowo rice planting system and to determine the factors that influence it. The primary method used in this study was descriptive method with a quantitative approach. The sample was selected from Sidoluhur Village and Sidomulyo Village, Godean District, Sleman Regency and the research respondents of the study was selected by simple random sampling with proportion 30 farmers from each village. Total respondents were 60 farmers. The analysis in this study used proportion test and multiple linear regression analysis. The results showed that more than 50% of farmers had a good perception of the role of farmer groups in the application of jajar legowo rice planting system innovation in Godean District, Sleman Regency. The highest perception toward the role of farmer groups is the role of farmer groups as a learning media with a percentage value of 81.65%. Factors that influence farmers perceptions of the role of farmer groups are attitude, motivation, and the role of leader of farmer group. Factors that do not influence farmers perceptions of the role of farmer groups are age, education, activeness in participating in extension activity, and the role of extension agents.
Kata Kunci : persepsi, petani, peran kelompok tani, inovasi, sistem tanam padi, jajar legowo.