Keberlanjutan Agrowisata berdasarkan Perspektif Masyarakat di Wisata Desa Gombengsari, Kalipuro, Banyuwangi
CHRISTOPHER PRADIPTA MARPAUNG, Yulita Kusuma Sari, S.T., M.Sc.
2020 | Skripsi | S1 PARIWISATAWisata Desa Gombengsari adalah salah satu destinasi agrowisata di Kabupaten Banyuwangi dengan potensi utama perkebunan kopi dan kambing Etawa. Destinasi ini terbentuk pada tahun 2016 dengan sistem swadaya masyarakat. Agrowisata merupakan salah satu cabang dari pariwisata berkelanjutan (Juganaru, 2008:800) sehingga evaluasi terhadap dimensi-dimensi keberlanjutan agrowisata penting untuk dibahas. Evaluasi dilakukan berdasarkan perspektif masyarakat, karena masyarakat adalah pihak yang seharusnya dibantu dalam pengembangan agrowisata (Shen dkk, 2009:125). Evaluasi dilakukan menggunakan metode Prism of Sustainability (PoS) (Shen dkk. 2009: 123-145) untuk menggambarkan perspektif masyarakat terhadap keberlanjutan agrowisata di Wisata Desa Gombengsari dan menentukan dimensi-dimensi yang memiliki kemampuan prediksi terhadap keberlanjutan agrowisata. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa sebagian besar responden setuju bahwa Wisata Desa Gombengsari berkelanjutan. Dimensi dengan tingkat signifikansi prediksi terbesar adalah dimensi institusional, diikuti dimensi sosial, dan dimensi ekonomi. Dimensi lingkungan, meski memperlihatkan korelasi yang signifikan dengan dimensi-dimensi lainnya, tidak memiliki kemampuan prediksi terhadap keberlanjutan agrowisata di Wisata Desa Gombengsari.
Wisata Desa Gombengsari is one of the agritourism destination in Banyuwangi Regency with coffee plantation and Etawa goat as the main potencies. This destination formed in 2016 under community based tourism system. Agritourism is one of the sustainable tourism�s branch (Juganaru, 2008:200), therefore the evaluation towards sustainability dimensions is important to be discussed. The evaluation held based on local�s perspective, because they are the one who supposed to be helped in agritourism development (Shen dkk, 2009:125). The evaluation conducted with Prism of Sustainability (PoS) method (Shen dkk. 2009:123-145) to describe local�s perspective towards agritourism sustainability in Wisata Desa Gombengsari and to determine which dimension has the ability to predict the sustainability of agritourism. The result of the study shows majority of the respondent agree that Wisata Desa Gombengsari is sustainable. Dimension with greatest level of significant of prediction is institutional dimension, followed by social dimension, and economy dimension. The environment dimension, although it shows significant correlation with other dimensions, it can not be used as a predictor of the agritourism sustainability in Wisata Desa Gombengsari.
Kata Kunci : Keberlanjutan Agrowisata, Prism of Sustainability, Wisata Desa Gombengsari