Laporkan Masalah

SIMULASI MODAL ANALYSIS KOWANGAN DENGAN VARIASI JUMLAH BILAH BAMBU MENGGUNAKAN ABAQUS

SANI BRILLIAN FAHMI, Dr. Indraswari Kusumaningtyas, S.T., M.Sc.

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Bundengan adalah salah satu alat musik yang dapat dijumpai di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Bundengan memiliki nilai keunikan tersendiri, karena dapat mengimitasi bunyi kethuk, kenong, gong (bunyi seperti logam), dan kendang (bunyi seperti gendang). Bundengan memiliki beberapa bagian, yaitu kowangan yang berperan sebagai resonator, plat bambu yang berperan menirukan bunyi kendang, dan senar dengan potongan bambu kecil yang menirukan bunyi kethuk, kenong, dan gong. Pada proses pembuatan bundengan, setiap pengrajin memiliki ciri khasnya masing-masing. Salah satu ciri khas yang dapat dibedakan adalah jumlah bilah bambu yang digunakan pada pembuatan kowangan. Pada penelitian ini, dilakukan simulasi modal analysis kowangan untuk mengamati dampak perubahan jumlah bilah terhadap mode shape dan frekuensi alaminya. Model kowangan dibuat berdasarkan bentuk seperdelapan bola dengan menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor. Model kowangan lalu disimulasikan menggunakan perangkat lunak ABAQUS. Simulasi dilakukan dengan memvariasikan konfigurasi jumlah bilah bambu, penambahan jumlah bilah bambu pada arah horizontal, dan penambahan jumlah bilah bambu pada arah vertikal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan semakin bertambahnya jumlah bilah bambu baik pada arah vertikal maupun horizontal, frekuensi alami kowangan akan semakin menurun. Penambahan bilah bambu pada arah vertikal cenderung meningkatkan kekakuan efektif kowangan, sedangkan penambahan bilah bambu pada arah horizontal cenderung menurunkan kekakuan efektif kowangan. Sementara itu, penambahan bilah bambu baik pada arah horizontal maupun vertikal tidak terlalu berpengaruh terhadap bentuk mode shape dari kowangan.

Bundengan is a traditional musical instrument that can be found in Kabupaten Wonosobo, Central Java, Indonesia. Bundengan has its own uniqueness, because it can imitate the sounds of kethuk, kenong, gong (metal-like-sound), and kendang (drum-like-sound), despite of being made from bamboo. Bundengan consists of several parts, there are kowangan that acts as the resonator, bamboo plate that imitates the sound of kendang, and strings with small bamboo parts that imitate the sounds of kethuk, kenong, and gong. In the process of crafting the bundengan, every craftsman has its own characteristics. One of the characteristics that can be distinguished is the number of bamboo strips used for crafting the kowangan. In this research, modal analysis simulation of the kowangan is conducted to see the effect of different number of bamboo strips on the mode shape and the natural frequency of the kowangan. The model of the kowangan is made based on the model of a one-eighth of a sphere, using Autodesk Inventor software. The model is then simulated by using ABAQUS software. The simulation is conducted by varying the configuration number of bamboo strips, the number of bamboo strips in horizontal direction, and the number of bamboo strips in vertical direction. The result of the simulation shows that by adding the number of bamboo strips in the vertical or horizontal direction, the natural frequencies of the kowangan will decrease. Adding the number of bamboo strips in the vertical direction will result in the increase of the kowangan�s effective stiffness, whereas adding the number of bamboo strips in the horizontal direction will result in the decrease of the kowangan�s effective stiffness. However, adding bamboo strips in the vertical or horizontal direction doesn�t have any significant effect upon the mode shapes of the kowangan.

Kata Kunci : Kowangan, simulasi, frekuensi alami, mode shape, bilah bambu/ Kowangan, simulation, natural frequency, mode shape, bamboo strip

  1. S1-2015-385259-abstract.pdf  
  2. S1-2015-385259-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-385259-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-385259-title.pdf  
  5. S1-2020-385259-abstract.pdf  
  6. S1-2020-385259-bibliography.pdf  
  7. S1-2020-385259-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2020-385259-title.pdf