Laporkan Masalah

Efektivitas Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Desa Tertinggal. Kasus : Desa Tertung, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat

SUSANTI, Prof. Dr. Yeremias T. Keban. S.U., M.URP

2020 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki berbagai permasalahan, salah satunya adalah masalah kemiskinan yang juga terjadi di desa tertinggal yaitu Desa Tertung, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan, Pemerintah mengucurkan bantuan Dana Desa dengan tujuan pembangunan infrastruktur agar aksesibilitas masyarakat menuju fasilitas ekonomi, kesehatan dan pendidikan menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, meningkatnya angka kemiskinan di Kabupaten Sintang dari tahun 2015-2019 yang diakibatkan oleh kurang optimalnya infrastruktur di wilayah tersebut membuat perlu dilakukan kajian mengenai efektivitas pembangunan infrastruktur sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di daerah tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembangunan infrasruktur perdesaan sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di desa tertinggal dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pembangunan infrastruktur perdesaan sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di desa tertinggal, dengan lokasi penelitian berada di Desa Tertung, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis triangulasi data. Kegiatan pembangunan infrastruktur perdesaan dinilai efektif dalam meningkatkan kesejahteraan di Desa Tertung, hal tersebut dapat dilihat berdasarkan terbangunnya infrastruktur perdesaan serta terdapat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dimana faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas tersebut adalah sumberdaya, komunikasi, top-down dan bottom-up planning, sistem pemantauan dan pengawasan yang kontinyu, serta transparansi dan dapat diterima oleh masyarakat. Sehingga meskipun masih terdapat fasilitas yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, namun secara keseluruhan pembangunan infrastruktur dinilai efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena berdasarkan hasil temuan lapangan menunjukkan bahwa Desa Tertung pada tahun 2019 telah berganti status dari daerah tertinggal menjadi daerah berkembang. Selain itu, adanya integrasi dengan Pemerintah Daerah turut berperan serta dalam efektivitas kegiatan pembangunan tersebut.

Indonesia is a developing country which has various issues, one of them is poverty that is happening in underdeveloped villages such as Tertung Village, Sintang District, West Kalimantan. To overcome poverty, the Government is granting village funds (Dana Desa) with the purpose of infrastructure development to improve community accessibility towards economic, health and education facilities for a better welfare. But, the increasing poverty rate in Sintang District from 2015-2019 due to lack of optimal infrastructure in the region makes it necessary to study the effectiveness of infrastructure development as an attempt to reduce poverty rate in underdeveloped areas. This study aims to explain rural infrastructure development effectiveness as an attempt to overcome poverty in underdeveloped villages and identify factors that influence rural infrastructure development effectiveness as an attempt to overcome poverty in underdeveloped villages. The research location is in Tertung Village, Sintang Sub-District, Sintang District. The method used is qualitative method with data triangulation analysis. Rural infrastructure development activities are considered effective in improving welfare in Tertung Village, this is based on the construction of rural infrastructure and there is an increase in community welfare. Factors that influence effectiveness are resources, communication, top-down and bottom-up planning, continuous monitoring and supervision systems, as well as transparency and whether or not it is acceptable to the community. Although there are still facilities that cannot be utilized optimally by the community, the overall infrastructure development is considered effective in improving community welfare, because based on field findings, it shows that Tertung Village in 2019 has changed its status from an underdeveloped area to a developing area. In addition, integration with local governments also plays a role in the effectiveness of these development activities.

Kata Kunci : Efektivitas, Pembangunan, Infrastruktur, Perdesaan, Kemiskinan

  1. S2-2020-434651-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434651-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434651-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434651-title.pdf