Hubungan Pengetahuan Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Dengan Persepsi Penerapannya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pada Mahasiswa Universitas Negeri Di Kabupaten Sleman
Sri Wahyuningsih, purwanta. S.Kp., M.Kes.; Dwi Harjanto. S.Kp., M.Sc.; Ema Madyaningrum. S.Kep., M.Kes.
2020 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar belakang: Kabupaten Sleman merupakan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang saat ini sudah memiliki peraturan mengenai kawasan tanpa rokok yang tertuang dalam Peraturan Bupati Sleman Nomor 42 Tahun 2012, salah satu lokasi penetapan area KTR adalah tempat proses belajar mengajar atau peguruan tingi. Tujuan KTR di tempat belajar megajar atau perguruan tinggi untuk perubahan dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok karena mahasiswa dapat mendorong terlaksananya Kawasan Tanpa Rokok. Penelitian ini melibatkan 2 variabel pengetahuan dan persepsi pada mahasiswa tentang KTR untuk melihat hubunganya dalam penerapan KTR di Universitas Negeri Kabupaten sleman. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dengan persepsi penerapannya kawasan tanpa rokok (KTR) pada mahasiswa universitas negeri di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Metode: Penelitian menggunakan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri di Kabupaten Sleman dengan populasi mahasiswa fakultas ekonomi, fakultas ekonomi dan bisnis yang berjumlah 225 mahasiswa. Hasil: Sebanyak 124 responden (54%) memiliki pengetahuan yang baik, Responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 90 orang (41%). Responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 11 orang (5%). Pada hasil persepsi baik mengenai kawasan tanpa rokok sebanyak 141 orang (64%), responden yang memiliki persepsi cukup sebanyak 70 orang (31%), responden yang memiliku persepsi kurang sebanyak 14 orang (7%). Hasil ujian p value = 0,615. Artinya tidak ada hubungan yang positif antara pengetahuan dengan persepsi penerapan KTR di Universitas Negeri di Kabupaten sleman. Kesimpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dan persepsi dalam penerapan KTR di Universitas Negeri di kabupaten Sleman
Background: Sleman Regency is a regency in the Special Region of Yogyakarta that currently has regulations on non-smoking areas as stipulated in the Regents of Sleman Regent No. 42 of 2012, one of the locations for determining the KTR area is a place for teaching and learning process or higher education. The purpose of KTR in megajar learning places or universities is for changes in the application of No-Smoking Areas because students can encourage the implementation of No-Smoking Areas. This study involved 2 variables of knowledge and perceptions of students about KTR to see the relationship in the application of KTR at the sleman State University. Objective: To find out the relationship of knowledge about non-smoking areas (KTR) with the perception of the application of non-smoking areas (KTR) to state university students in Sleman Regency, Yogyakarta. Method: Research using quantitative with cross sectional design. This reseach was conducted at a state university in Sleman district population of students of the faculty of economics, faculty of economics and business by 225 students. Result: As many as 124 respondents (54%) had good knowledge, 90 respondents (41%) had sufficient knowledge. 11 people (5%) lack knowledge. On the results of good perceptions of non-smoking areas as many as 141 people (62%). Respondents who have enough erception as many as 70 people (31%), respondents who have less perception as many as 14 people (7%). Test results p value = 0.615. This means that there is no positive relationship between knowledge and the perception of the application of KTR at the State University in Sleman Regency. Conclusion: There is no relationship of knowledge about non-smoking areas (KTR) and perceptions in the application of KTR at the State University in Sleman district.
Kata Kunci : Kawasan tanpa rokok, Pengetahuan, persepsi penerapan, Mahasiswa