Laporkan Masalah

Demokratisasi sebagai Strategi untuk Mencapai Kepentingan Bisnis Tatmadaw dalam Menarik Investasi Asing di Myanmar

JORGHI ABIANSYAH, Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA.

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Penelitian ini menjelaskan bagaimana fenomena demokratisasi terencana tahun 2003-2011 dan transisi demokrasi tahun 2011-2015 di Myanmar sebagai strategi militer Myanmar yakni Tatmadaw untuk mencapai kepentingan bisnisnya, berfokus pada upayanya untuk menarik investasi asing yang berhasil didapatkannya pada masa kekuasaan sipil tahun 2011-2015. Penelitian ini menggunakan teori Busse dan Hefecker (2005) mengenai kontribusi sistem demokrasi terhadap masuknya investasi asing. Dilanjutkan dengan menggunakan teori Mani (2011) mengenai kewirausahaan militer untuk menjelaskan bagaimana Tatmadaw bisa diuntungkan di tengah kekuasaan sipil tahun 2011-2015. Penelitian ini mendapati temuan sebagai berikut: (1) Demokratisasi terencana pada tahun 2003-2011 telah melahirkan pemerintahan sipil-demokratik yang memberikan stabilisasi, demokratisasi, dan liberalisasi pada tahun 2011-2015. Membawa perubahaan terhadap perekonomian Myanmar sehingga mempengaruhi investor asing untuk berinvestasi. (2) Tatmadaw dapat diuntungkan pada tahun 2011-2015 karena adanya konsolidasi kepemilikan bisnis sebelum transisi politik tahun 2011 dilaksanakan sehingga bisa bertahan dan situasi yang dihasilkan pemerintahan sipil berupa perubahan perekonomian dan masuknya investasi asing turut mendukung aktivitas bisnis yang dimilikinya. Mencapai kepentingan strategis berupa kepentingan bisnis yang juga melatarbelakangi Tatmadaw untuk melaksanakan demokratisasi terencana dan mencapainya melalui persiapan-persiapan sebelum transisi demokrasi.

This research explains the planned democratisation of 2003-2010 and the 2011-2015 democratic transition in Myanmar as Myanmar's military (Tatmadaw) strategic decisions in order to achieve their business interest which consists of attracting foreign investment that was successfully obtained in the year of 2011-2015. This research uses Busse and Hefecker's (2005) theory regarding the contributions of a democratic system towards the entry of foreign investment. Followed by using Mani's (2011) theory about military entrepreneurship to explain how Tatmadaw benefited in the midst of civilian government rule of 2011-2015. The research conclusion found the following findings: (1) Planned democratisation of 2003-2011 resulted in a civil-democratic government that provided stabilization, democratisation, and liberalization. Bringing changes to the Myanmar economy and attract foreign investors to invest. (2) Tatmadaw benefited in 2011-2015 economic changes because they have been consolidating their position in the business sector before 2011 transition so that it can survive and harnessing profit from the changing economic situation. Fulfilling their strategic interests which include business interest that also underlie Tatmadaw to carry out planned democratisation and successfully achieved it through preparations before the democratic transition.

Kata Kunci : Myanmar, Demokratisasi, Investasi Asing, Kewirausahaan Militer./Myanmar, Democratisation, Foreign Investment, Military Entrepreneurship.

  1. S1-2019-399282-abstract.pdf  
  2. S1-2019-399282-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-399282-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-399282-title.pdf