PENGGUNAAN RUANG VERTIKAL OLEH KUKANG JAWA (Nycticebus javanicus) DI LOKASI PELEPASLIARAN SUAKA MARGASATWA GUNUNG SAWAL, CIAMIS
Ignasia Irmaningtyas Kinanthi, drh. Subeno, M.Sc.
2020 | Skripsi | S1 KEHUTANANKegiatan pelepasliaran merupakan upaya pelestarian populasi kukang jawa. Kukang jawa hasil pelepasliaran memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk beradaptasi dan kembali ke sifat alaminya. Parameter suksesnya pelepasliaran salah satunya adalah data ekologi satwa berupa penggunaan ruang vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas harian dan penggunaan ruang vertikal kukang jawa pada dua bulan dan empat bulan pelepasliaran di SM Gunung Sawal, Ciamis. Penelitian dilakukan pada bulan Mei dan September 2019. Perilaku harian diperoleh melalui pengamatan kukang jawa, dengan metode focal animal sampling. Penggunaan ruang vertikal diperoleh dengan pengamatan langsung terhadap dua kategori penggunaan ruang vertikal yaitu penggunaan ruang vertikal terhadap pohon dan terhadap hutan. Kondisi habitat kukang jawa digambarkan dengan diagram profil menggunakan software Sexi-Fs. Analisis perbedaan penggunaan ruang vertikal menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perilaku harian kukang jawa pada dua bulan pelepasliaran adalah mencari makan (51,1%), menjelajah (23,3%), makan (10,2%), diam (5,7%), grooming sendiri (4%), dan lain-lain (5,7%). Sedangkan pada empat bulan adalah menjelajah (48,6%), mencari makan (34,8%), makan (8,9%), grooming sendiri (4,5%), sosial (2,4%), dan diam (0,8%). Penggunaan ruang vertikal terhadap pohon pada dua bulan pelepasliaran terbanyak pada posisi 4 (tengah tajuk) (48,9%) dan terhadap hutan di strata C (5-20 m) (83,5%). Pada empat bulan pelepasliaran, penggunaan ruang vertikal terhadap pohon terbanyak pada posisi 4 (tengah tajuk) (41,3%) dan terhadap hutan di strata C (5-20 m) (93,1%). Tidak ada perbedaan penggunaan ruang vertikal terhadap pohon dan hutan pada dua bulan dan empat bulan pelepasliaran. Berdasarkan hasil tersebut, waktu dua dan empat bulan belum cukup bagi kukang untuk kembali ke perilaku alaminya. Perlu dibangun jembatan kukang di area hutan talun.
Release activity is an effort to preserve the population of javan slow loris. Javan slow lorises from release activity take different amounts of time to adapt and return to their natural behavior. One of the parameters of successful release is wildlife ecological data in the form of vertical space use. The objectives of this research were to identified daily activities of javan slow loris and to identified the use of vertical space of javan slow loris at two months and four months post release in Mount Sawal Wildlife Reserve, Ciamis. This research was conducted on May and September 2019. Javan slow loris daily behavior was identified with focal animal sampling method. The use of vertical space was conducted with observation method by dividing vertical space into two categories that consisted by vertical space on trees and vertical space on forest Javan slow loris habitat condition is described with a profile diagram using Sexi-Fs software. The difference of vertical space use was analyzed with Mann Whitney test. The results of research show that the percentage of javan slow loris-daily behavior two months post release were foraging (51,1%), exploring (23,3%), feeding (10,2%), inactive (5,7%), grooming (4%), and others (5,7%). Meanwhile its daily behavior four months post release were exploring (48,6%), foraging (34,8%), feeding (8,9%), grooming (4,5%), socializing (2,4%), and inactive (0,8%). Javan slow loris after two months of release used vertical space on tree mostly in position 4 (canopy center) and used vertical space on forest mostly in strata C (5-20 meters) (83,5%). Whilst after four months of release, javan slow loris used vertical space against tree mostly in position 4 (canopy center) (41,3%) and used vertical space against forest mostly in strata C (5-20 meters) (93,1%). There is no difference in the vertical space use towards trees and forest in two months post release and four months post release. Based on the result, javan slow loris needs more than two and/or four months time to return to its natural behavior. Setting bridges for javan slow loris in talun forest area is necessary.
Kata Kunci : Kukang jawa, perilaku harian, penggunaan ruang vertikal, SM Gunung Sawal