PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK ETANOLIK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans PADA BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK
INDAH YUNIARI DEWI I GUSTI AYU, drg. Intan Ruspita, M.Kes., Ph.D.;drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes.,Ph.D.
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIGigi tiruan resin akrilik yang selalu berkontak dengan rongga mulut dapat mempermudah pertumbuhan Candida albicans. Senyawa antijamur dalam buah belimbing wuluh dapat menjadi faktor pertimbangan untuk digunakan sebagai pembersih gigi tiruan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak etanolik buah belimbing wuluh sebagai pembersih gigi tiruan dengan basis resin akrilik terhadap pertumbuhan Candida albicans. Buah belimbing wuluh dilakukan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Resin akrilik berbentuk cakram dengan ukuran (10X2) mm dibuat sebanyak 8 buah. Seluruh sampel direndam dalam saliva selama satu jam kemudian dimasukan ke dalam suspensi Candida albicans 108 CFU/mL selama 24 jam pada suhu 37derajat C. Sampel kemudian dibagi menjadi dua kelompok (kelompok kontrol dan perlakuan). Pada kelompok perlakuan sampel direndam ekstrak etanolik buah belimbing wuluh dengan konsentrasi 15% selama 5 menit pada suhu ruang. Pada kelompok kontrol, sampel direndam akuades steril. Sampel kemudian dicuci menggunakan akuades dan dipindah dalam conical tube lalu digetarkan dengan vortex. Penanaman Candida albicans dilakukan dengan mengambil 10 mikroliter kemudian diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37derajat C lalu dilakukan penghitungan jamur. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rerata angka Candida albicans pada kelompok perlakuan adalah sebesar 0,5 dan pada kelompok kontrol sebesar 7,75. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan konsentrasi ekstrak pada angka jamur (Asymp. Sig. 2 tailed > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanolik buah belimbing wuluh dengan konsentrasi 15% sebagai pembersih gigi tiruan dengan basis resin akrilik tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap pertumbuhan C. albicans.
Acrylic resin denture always come into contact with the oral cavity promoting the growth of C. albicans. Antifungal compounds in bilimbi fruit can be a consideration factor for use as a denture cleaser. The purpose of this study is to identify the effect of bilimbi fruit ethanolic extract concentration as acrylic denture cleanser against C albicans growth. Bilimbi fruit was extracted using maceration method with ethanol 70%. Eight (8) disc-shaped acrylic resin of 10X2 mm were made. The whole samples were soaked in saliva for one hour and then put into a suspension of C. albicans 108 CFU/mL for as long as 24 hours with the temperature set at 37degree C. These samples were then divided into 2 groups. Each group would then be soaked for 5 minutes in an ethanolic extract of bilimbi with concentrations of 0% and 15% under a room temperature. After being soaked, these samples were rinsed using aquades, moved into a conical tube, and then shaken using a vortex. The cultivation of C. albicans was carried out by taking 10 microlitre of it and incubated as long as 48 hours under a room temperature. After that, fungi calculation was done. The data were then analysed using Wilcoxon test. The result show that the average numbers of fungi of groups 0% and 15% respectively were 7,75 and 0,5. Wilcoxon test results showed no significant effect of bilimbi fruit ethanolic extract concentration on the growth of C. albicans (Asymp. Sig. 2 tailed > 0.05). The conclusion of this study was the ethanol extract of bilimbi fruit with concentration of 15% as denture cleanser with acrylic resin base had no significant effect against the growth of C. albicans.
Kata Kunci : kstrak etanolik,belimbing wuluh,Candida albicans