Laporkan Masalah

DARI TAMAN BACAAN MASYARAKAT MENJADI KAMPUNG LITERASI (STUDI TENTANG OPERASI APARATUS NEGARA DI RW 04 TUKANGAN, TEGALPANGGUNG, YOGYAKARTA)

LULU AL MARJANI S, Dr. Suharko, S.Sos., M.Si.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Pendidikan nonfromal berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pada tahun 2016 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah membentuk program Kampung Literasi untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan nonformal. Salah satu penyelenggara program Kampung Literasi berada di Taman Bacaan Masyarakat Harapan yang berlokasi di Kampung Tukangan. Kampung tersebut merupakan kampung yang berada di tengah kota yang memiliki tingkat literasi yang cukup tinggi. Sedangkan sasaran utama program Kampung Literasi menurut Buku Panduan Penyelenggaraan Kampung Literasi adalah memiliki penduduk tuna aksara yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan Taman Bacaan Masyarakat Harapan menjadi Kampung Literasi Taman Bacaan Masyarakat Harapan melalui keterlibatan state apparatus. Penelitian ini dilakukan di Kampung Tukangan, Kelurahan Tegalpanggung yang berfokus di kawasan RW 04 sebagai lokasi penelitian. Menggunakan penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan kasus yang didasarkan pada hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan fokus membangun gambaran yang mendalam dari suatu kasus. Teori yang digunakan adalah Ideologi dan Aparatus Negara dari Louise Althusser. Althusser menjelaskan apparatus negara terbagi menjadi dua yaitu Represive State Apparatus (RSA) dan Ideological State Apparatus (ISA). RSA dijalankan dengan upaya penanaman ideologi negara ke masyarakat melalui penegakan hukum yang berlaku. Sedangkan ISA contohnya institusi pendidikan dimana pendidikan ditanamkan kepada masyarakat ideologi yang dikehendaki state melalui state apparatus. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa State apparatus menjadi pihak penentu pemilihan Kampung Literasi ditunjukkan melalui Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang mengubah visi program Kampung Literasi di Kota Yogyakarta dari pemberantasan buta aksara menjadi pemberdayaan masyarakat. Opinion leader menjalankan kuasa state apparatus di tingkat kampung dalam Kampung Literasi. Kampung Literasi tumbuh melalui media state apparatus dimana ia memiliki kuasa untuk menentukan kebijakan guna menjalankan program Kampung Literasi, contohnya terdapat banyak kegiatan di RW 04 yang kemudian diarahkan menjadi kegiatan berbasis literasi.

Non-formal education is a substitute, complement and addition to formal education in support of lifelong learning. In 2016, the Ministry of Education and Culture launched the Kampung Literasi programme to improve the quality of non-formal education. One of the organisers of the Literacy Village programme is Taman Bacaan Masyarakat Harapan in Kampung Tukangan. The village is a village in the middle of the city with a relatively high literacy rate. While the main objective of the Literacy Village programme, as stated in the Village Literacy Manual, is to achieve a relatively high literacy rate. The aim of this study is to examine the transformation of the Taman Bacaan Masyarakat Harapan into the Kampung Literasi TBM Harapan, involving the state apparatus. This research was conducted in Kampung Tukangan, Tegalpanggung, which focuses on RW 04 as a research site. Use qualitative research by describing cases through interviews, observations and documentation.This research provides data in the form of written or oral words of people and observed behavior. In this study, the method of case study is used, with the emphasis on creating a deep picture of a case. The theory used is the ideology and state apparatus of Louise Althusser. Althusser explained that the state apparatus is divided into two parts, the Repressive State Apparatus (RSA) and the Ideological State Apparatus (ISA). The RSA is implemented with the aim of bringing state ideology into society through criminal prosecution. Whereas the ISA is an example of an educational institution where education is implanted by the state apparatus into the ideological community desired by the state.  The results of this study explain that the state apparatus determines the selection of the literacy village shown by the Yogyakarta City Education Office. This has changed the vision of the Literacy Village program in the city of Yogyakarta from eliminating illiteracy to strengthening the community. Opinion leaders exercise the power of the state apparatus at village level in Kampung Literasi. Kampung Literasi is growing through the media state apparatus in which it has the power to set guidelines for the conduct of the Kampung Literasi program. For example, there are many activities in RW 04 that focus on literacy-based activities.

Kata Kunci : Keterlibatan, State apparatus, Taman Bacaan Masyarakat, Kampung Literasi

  1. S1-2019-395575-abstract.pdf  
  2. S1-2019-395575-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-395575-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-395575-title.pdf  
  5. S1-2020-395575-abstract.pdf  
  6. S1-2020-395575-bibliography.pdf  
  7. S1-2020-395575-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2020-395575-title.pdf