SOCIO-ECONOMIC IMPACT OF NEIGHBORHOOD DEVELOPMENT PROGRAM ON COMMUNITY IN KARANGWARU VILLAGE, YOGYAKARTA
PUSPA YUNITA, Ir. Agam Marsoyo, M.Sc, Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPada tahun 2009, Kelurahan Karangwaru menerima Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK). Pembangunan fisik berupa jalan setapak, fasilitas sanitasi air dan ruang terbuka publik dimulai pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2013. Dalam beberapa tahun, Kelurahan Karangwaru terkenal karena keberhasilannya dalam mengimplementasikan PLPBK. Meskipun program tersebut terlihat memiliki output positif (perbaikan lingkungan fisik), dampak sosial-ekonomi pada masyarakat masih belum jelas. Berdasarkan beberapa literatur sebelumnya, peningkatan lingkungan fisik permukiman kumuh diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi dampak sosial-ekonomi dari PLPBK melalui variabel dan indikator yang lebih rinci. Pendekatan kuantitatif-kualitatif deduktif digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dimulai dengan mengeksplorasi dan menganalisis penelitian dan literatur sebelumnya untuk membangun kerangka pikir dan menentukan indikator dan variabel sebagai landasan dasar penelitian. Data diperoleh dari survei kuesioner yang dilakukan pada 184 rumah tangga yang tinggal di daerah prioritas. Kuesioner yang digunakan terdiri dari open-ended questions dan Skala Likert untuk menentukan dampak sosial-ekonomi pada masyarakat dan memeperoleh informasi terkait kondisi sebelum dan sesudah implementasi program. Selain itu, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang penelitian ini, data juga didukung oleh metode kualitatif menggunakan informasi dari observasi lapangan, ulasan dokumen dan wawancara dengan perwakilan BKM (organisasi swadaya masyarakat) dan perwakilan masyarakat. Secara umum, diketahui bahwa perbaikan fisik di Kelurahan Karangwaru memberikan dampak positif pada kondisi social-ekonomi masyarakatnya. Namun, dari 20 indikator, 19 indikator menghasilkan perubahan positif (baik sedang maupun kuat) sementara hanya satu indikator tidak menunjukkan dampak dalam mengurangi biaya terkait aktivitas rekreasi responden. Meskipun secara umum perbaikan fisik PLPBK berdampak positif, tidak banyak perubahan kondisi ekonomi dibandingkan sebelumnya, sementara kondisi sosial menunjukkan perubahan besar setelah perbaikan fisik.
In 2009, Karangwaru Village received the Neighborhood Development Program (PLPBK). The physical construction of walkways, water sanitation facilities and public open spaces was started in 2010 and completed in 2013. Over the years, Karangwaru Village has become well-known for its successes in implementing PLPBK. Although the program seems to have positive outputs (physical improvements), socio-economic impacts on the community is still not clear yet. According to past literatures, it is believed that the physical improvements of slums are expected to improve the overall quality of life by generating a broad range of socio-economic outcomes or impact on the community. Therefore, this study is focused to evaluate socio-economic impacts of the PLPBK through more detailed variables and indicators. A deductive quantitative-qualitative approach was used in this study. This study commenced by exploring and analyzing previous research and literatures for constructing a framework and determining indicators and variables as the basic foundation of the study. Data were collected using the quantitative and qualitative methods. The data were obtained from a questionnaire survey was carried out on 184 households who live in the priority area. The questionnaires using the open-ended qustions as well as the Likert Scale to determine socio-economic impact on target group (community) and to gain the information regarding the condition before and after program implementation. Aside from that, to gain a deeper understanding of this study, data were also backed up by qualitative method using the information from field observation, document reviews and interview with the representatives of BKM (community self-help organization) and the representatives of community. Generally, it is learned that the physical improvements in Karangwaru Village made a positive impact on socio-economic condition of its community. However, out of 20 indicators, 19 indicators generated positive changes (moderate and strong impact) while only one indicator showed no impact in reducing amusement (recreation) cost of the respondents. Although in general the physical improvement in PLPBK had a positive impact, there was not much changes on economic condition compared to the before while the social condition showed a great changes after the physical improvements.
Kata Kunci : socio-economic, impact, evaluation, PLPBK, Karangwaru