Laporkan Masalah

PERAN NEGARA DALAM DUKUNGAN KEBIJAKAN TERHADAP PERUSAHAAN STARTUP: STUDI KASUS PERPINDAHAN KANTOR PUSAT GRAB DARI MALAYSIA KE SINGAPURA

M ANDRE IRAWAN, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Saat ini masyarakat global tengah dihadapkan pada berkembangnya inovasi teknologi dan komunikasi atau sering disebut dengan technology disruption. Perkembangan inovasi dalam teknologi ini mendorong munculnya perusahaan-perusahaan startup. Dengan berkembangnya perusahaan startup di berbagai negara ini maka akan berpengaruh pada perekonomian negara. Salah satu perusahaan startup yang bergerak di bidang layanan transportasi daring di Asia Tenggara adalah Grab. Perusahaan Grab atau sebelumnya memiliki nama My Teksi atau GrabTaxi merupakan salah satu perusahan yang menawarkan ride-hailing, ride sharing, pelayanan pengantaran makanan dan pelayanan logistik melalui aplikasi terbesar di Asia tenggara. Saat ini Grab sudah beroperasi di 8 negara dan 196 kota Asia Tenggara yaitu, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Indonesia, Kamboja, Vietnam dan Myanmar. Perusahaan Grab didirikan pada tahun 2012 di Malaysia dan di tahun selanjutnya berhasil melakukan ekspansi ke tiga negara yaitu, Filipina, Singapura dan Thailand. Tetapi pada tahun 2014 Grab memutuskan untuk memindahkan kantor pusatnya yang semula berada di Malaysia ke Singapura. Penelitian ini bermaksud untuk mencari tahu bagaimana peran negara dalam dukungan kebijakan terhadap perusahaan startup berpengaruh pada perpindahan kantor pusat Grab dari Malaysia ke Singapura dengan menggunakan teori perbandingan Government Policy Ecosystem dikaitkan dengan teori politik kompetisi.

Currently the global community is facing the development of technological innovations or often referred as technology disruption. The development of innovations in technology is driving the emergence of startup companies. With the development of startup companies in various countries, it will affect the country�s economy. One of the startup companies that engaged in online transportation services in Southeast Asia is Grab. Grab company, or formerly named My Teksi or GrabTaxi, is one of the biggest companies that offers ride hailing, ride sharing, food delivery services and logistics services through application in Southeast Asia. Grab is now operating in 8 countries and 196 cities in Southeast Asia such as, Malaysia, Thailand, Philippines, Singapore, Indonesia, Cambodia, Vietnam and Myanmar. The Grab Company was founded in 2012 in Malaysia and in the following year successfully expanded to three countries such as, Philippines, Singapore and Thailand. But in 2014 Grab decided to move its headquarter which was originally located in Malaysia to Singapore. This study intends to find out how the role of the state in policy support for startup companies affects the movement of Grab headquarter from Malaysia to Singapore by using a comparative theory of Government Policy Ecosystem linked with the theory of competition politics.

Kata Kunci : Perusahaan Grab, Perusahaan Startup, Government Policy Ecosystem, Ekonomi Politik, Politik Kompetisi, Kebijakan Startup, Perpindahan Kantor Pusat Grab

  1. S1-2019-394564-abstract.pdf  
  2. S1-2019-394564-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-394564-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-394564-title.pdf