Hubungan Learning Orientation dengan Boundaryless Career Attitude pada Mahasiswa Tingkat Akhir
LUTHVIA NUR M Y, Sumaryono, Dr., M.Si., Psikolog
2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIGlobalisasi dan perkembangan teknologi memberi dampak perubahan pada dunia karier. Saat ini, tren berkarier tidak lagi terbatas pada satu perusahaan. Paradigma karier yang baru mengantarkan munculnya perubahan sikap dalam memandang karier. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara learning orientation dengan boundaryless career attitude pada mahasiswa akhir. Boundaryless career attitude terdiri dari dua aspek, yaitu pola boundaryless mindset dan mobility preference. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Learning Orientation scale dan skala Boundaryless Career Attitude. Sebanyak 227 mahasiswa tingkat akhir dengan rentang usia 19-27 tahun (M=21,25;SD=0,938) menjadi partisipan dalam penelitian ini. Hasil korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa learning orientation berkorelasi positif signifikan dengan boundaryless career attitude (r=0,361;p<0,01). Hasil tersebut berarti bahwa semakin tinggi learning orientation mahasiswa tingkat akhir, semakin tinggi pula boundaryless career attitude.
Globalization and technological development have had an impact on changes in the career world. Currently, career trends are no longer limited to one company. The new career paradigm has led to a change in attitude in looking at careers. This study aims to look at the relationship between learning orientation with boundaryless career attitude in final students. Boundaryless career attitude consists of two aspects, namely boundaryless mindset and mobility preferences. The instruments used in this study consist of the Learning Orientation scale and the Boundaryless Career Attitude scale. A total of 227 final year students with an age range of 19-27 years (M=21.25; SD=0.938) became participants in this study. Correlation test of Pearson Product Moment result shows that significantly learning orientation has positive correlation with boundaryless career attitude (r=0.361;p<0.01). These results mean that the higher final years students learning orientation, the higher the boundaryless career atttitude.
Kata Kunci : mahasiswa tingkat akhir, learning orientation, boundaryless career attitude, boundaryless mindset, mobility preference