Laporkan Masalah

PENGARUH PERBEDAAN DOSIS PUPUK SP-36 DAN GENERASI ALFALFA (Medicago sativa L) TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KANDUNGAN NUTRIEN

Suhita Pinayang, Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D.,IPM., ASEAN Eng. ; Prof. Dr. Ir. Ristianto Utomo, SU., IPM.

2020 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pupuk SP-36 dengan dosis berbeda pada generasi alfalfa yang berbeda terhadap produktivitas dan kandungan nutrien pada tanaman alfalfa (Medicago sativa L). Pupuk dasar yang digunakan pada semua bedeng yaitu pupuk organik sebanyak 10 ton/ha atau 225 g/lubang, dan dolomit sebanyak 6 ton/ha atau 135 g/lubang. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot 2x3 dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu generasi alfalfa yaitu alfalfa Kanada (F1) dan alfalfa dari hasil silangan Kanada dan Taiwan (F2). Faktor kedua yaitu pemberian pupuk SP-36 terdiri dari 3 dosis yaitu pemberian pupuk dosis 0 kg/ha (P1), pemberian pupuk dosis 60 kg/ha (P2), dan pemberian pupuk dosis 120 kg/ha (P3). Apabila terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilakukan uji Tukey. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tinggi alfalfa, bahan organik, dan lemak kasar signifikan dipengaruhi oleh faktor dosis pupuk SP-36. Produksi hijauan dan bahan kering alfalfa singnifikan pada kedua faktor serta terdapat interaksi pada keduanya. Protein kasar dan serat kasar alfalfa tidak signifikan pada kedua faktor. Pupuk SP36 dengan dosis 120kg/ha menghasilkan produksi alfalfa yang paling optimal. Generasi F2 menghasilkan produksi alfalfa yang paling optimal. Interaksi antara pupuk SP-36 dengan dosis 120 kg/ha dengan generasi F2 menghasilkan produksi yang paling optimal.

This research aims to determine the effect of the application of SP-36 fertilizers with different doses on different generations of alfalfa on the productivity and nutrient content of alfalfa plants (Medicago sativa L). Basic fertilizers used in all beds are 10 tons/ha or 225 g/hole organic fertilizer, and 6 tons/ha of dolomite or 135 g/hole. This research uses a 2x3 split plot design with two factors. The first factor is the generation of alfalfa namely Canadian alfalfa (F1) and alfalfa from the crossing of Canada and Taiwan (F2). The second factor is the application of SP-36 fertilizer consisting of 3 doses, namely administering a dose of 0 kg/ha (P1), administering a dose of 60 kg/ha (P2), and administering a dose of 120 kg/ha (P3). If there are differences between treatments, a Tukey test is used. The results of the study showed that alfalfa height, organic matter, and crude fat were significantly influenced by SP-36 fertilizer dosage factor. Production of forage and alfalfa dry matter is significant on both factors and there is interaction on both. Crude protein and alfalfa crude fiber were not significant on both factors. SP-36 fertilizer with a dose of 120kg/ha produces the most optimal alfalfa production. Generation F2 produces the most optimal alfalfa production.The interaction between SP-36 fertilizer with a dose of 120 kg/ha with F2 generation produces the most optimal production.

Kata Kunci : Kata kunci: Alfalfa, Medicago sativa L, Pupuk SP-36, Produktivitas alfalfa, Generasi alfalfa / Keywords: Alfalfa, Medicago sativa L, SP-36 fertilizer, Alfalfa productivity, Alfalfa generation

  1. S1-2020-378443-abstract.pdf  
  2. S1-2020-378443-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-378443-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-378443-title.pdf