Laporkan Masalah

PENGARUH PELARUT XYLOL DAN D-LIMONENE TERHADAP KERAPATAN APIKAL PADA PERAWATAN ULANG SALURAN AKAR DENGAN SILER BERBASIS RESIN EPOKSI DAN BIOKERAMIK

EVA RIZKI HUTAMI, xylol, D-Limonene, retreatment, epoxy resin based sealer, bioceramic based sealer, apical sealing ability

2020 | Tesis-Spesialis | KONSERVASI GIGI

Kesuksesan perawatan ulang tergantung pada pembuangan total seluruh bahan obturasi dari sistem saluran akar agar irigasi dan medikamen intrakanal dapat berkontak dengan dinding saluran akar secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pelarut xylol dan D-limonene terhadap kerapatan apikal pada perawatan ulang dengan siler berbasis resin epoksi dan biokeramik Penelitian menggunakan 28 premolar mandibula yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Subjek penelitian dipreparasi dan diobturasi menggunakan guta perca dan siler berbasis resin epoksi, kemudian diinkubasi selama 14 hari. Bahan obturasi dihilangkan dengan pelarut xylol dan D-limonene dengan bantuan instrumen Protaper Universal Retreatment. Dilakukan obturasi menggunakan siler berbasis resin epoksi dan biokeramik, kemudian dilakukan uji dye penetration menggunakan metilen biru 2% dengan teknik sentrifugasi. Subjek dibelah menjadi 2 bagian dengan arah bukolingual dan diamati menggunakan mikroskop stereo perbesaran 8x. Gambar kemudian dianalisis dengan program Image Raster untuk menghitung panjang penetrasi metilen biru 2%. Nilai kerapatan apikal kemudian dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc dengan Least Significant Difference (LSD). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan pada kerapatan apikal antara kelompok perlakuan berdasarkan bahan pelarut dan siler saluran akar (p<0.05), namun tidak ada interaksi antara bahan pelarut dan siler saluran akar (p>0.05). Penggunaan D-Limonene pada perawatan ulang menghasilkan kerapatan apikal yang lebih tinggi dibandingkan dengan xylol. Kerapatan apikal siler berbasis resin epoksi lebih tinggi dari siler berbasis biokeramik.

The success of root canal retreatment influenced by the total removal of obturation material from the root canal system in order to facilitate maximal contact between irrigation and intracanal medicament to the root canal wall. This study aims for knowing the effect of xylol and D-limonene application on apical sealing ability during root canal retreatment using epoxy resin and bioceramic sealer. The Experimental subject consist of 28 extracted mandibular premolars divided into 4 treatment groups. Subjects were prepared and obturated using gutta-percha and epoxy resin sealer then incubated for 14 days. The obturation material was removed using xylol and D-limonene solvent with the help of Protaper Universal Retreatment. The second obturation was done with epoxy resin and bioceramic sealer, then dye penetration test done with 2% blue methylene using centrifugation method. The subject cut in half in buccolingual direction then observed using an 8x magnification stereo microscope. Visualization image then analyzed with the Image Raster program to measure the length of 2% blue methylene penetration. Data analyzed using two way ANOVA continued with Post Hoc with LSD. Statistical analysis showed apical sealing ability difference between treatment groups based on solvent and root canal sealer (p< 0.05), but there was no interaction between solvent groups and root canal sealer groups (p>0.05). The use of D-limonene results in higher apical sealing ability compared to xylol. Apical sealing ability is higher in epoxy resin sealer compared to bioceramic based sealer.

Kata Kunci : xylol, D-Limonene, perawatan ulang, siler resin epoksi, siler biokeramik, kerapatan apikal.

  1. S2-2020-420654-abstract.pdf  
  2. S2-2020-420654-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-420654-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-420654-title.pdf