PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) 50% DENGAN CHLORHEXIDINE 2% SEBAGAI DESINFEKTAN TERHADAP JUMLAH Candida albicans PADA PERANTI ORTODONTI LEPASAN IN VITRO
Siti Ulfiah Dwi Oktaviani, Dr. drg. Sri Suparwitri, S. U., Sp. Ort(K)
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIPenggunaan alat ortodonti lepasan dapat memicu terjadinya peningkatan akumulasi mikroorganisme di dalam rongga mulut salah satunya Candida albicans. Candida albicans merupakan jamur flora normal rongga mulut yang dapat menjadi patogen apabila jumlahnya berlebihan seperti oral candidiasis. Pencegahan akumulasi jumlah Candida albicans dapat menggunakan desinfektan. Desinfektan chlorhexidine 2% (gold standard) apabila digunakan berkepanjangan akan menyebabkan staining. Kayu manis memiliki kandungan antijamur yang berpotensi membunuh Candida albicans. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) 50% dengan chlorhexidine 2% terhadap jumlah Candida albicans pada alat ortodonti lepasan. Penelitian menggunakan sampel 12 buah plat aktif lepasan yang telah direndam dalam suspensi Candida albicans 24 jam. Sampel dibagi 3 kelompok perlakuan, direndam ekstrak kayu manis 50%, chlorhexidine 2% dan akuades. Sampel divortex lalu ditanam pada Saboraud Dextrose Agar dan diinkubasi selama 24 jam. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung jumlah koloni yang tumbuh pada Saboraud Dextrose Agar dengan menggunakan colony counter. Data dianalisis dengan uji One-Way Anova dan Post-hoc LSD0,05. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok perlakuan (p<0,05). Hasil uji LSD0,05 dan presentase penurunan jumlah koloni candida albicans menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua desinfektan (p>0,05). Ekstrak kayu manis memiliki presentase penurunan yang lebih tinggi (89,67%) dibanding dengan chlorhexidine 2% (88,75%). Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat perbedaan efektivitas ekstrak kayu manis 50% dengan chlorhexidine 2% terhadap jumlah Candida albicans pada alat ortodonti lepasan. Kata kunci: Alat Ortodonti Lepasan, Candida albicans, Ekstrak Kayu Manis 50%, Chlorhexidine 2%
Removable orthodontic appliances can increase the accumulation of microorganisms in oral cavity as Candida albicans. Candida albicans is a normal flora that can become pathogenic if the number is excessive as oral candidiasis. Prevention of accumulation of Candida albicans can use disinfectants. The 2% chlorhexidine if used prolonged will cause staining. Cinnamon has antifungal properties that have potential to kill Candida albicans. This research aims to determine the effectiveness comparison between 50% cinnamon extract (Cinnamomum burmanii) and 2% chlorhexidine against the number of Candida albicans in removable orthodontic appliances. This research was conducted by using 12 removable active plates soaked in a Candida albicans suspension for 24 hours. Samples divided into 3 groups soaked in 50% cinnamon extract, 2% chlorhexidine and aquades. Samples vortexed and then planted on Saboraud Dextrose Agar and incubated for 24 hours. The observations conducted by counting the number of colonies that grew on Saboraud Dextrose Agar using a colony counter. The data obtained analyzed using One-Way Anova test and Post-hoc LSD0,05. The results showed that there were significant differences between three groups (p<0,05). The result of LSD0.05 test and percentage decrease the number of Candida albicans colonies showed no significant difference between two disinfectants (p>0,05). Cinnamon extract has higher reduction percentage (89,67%) compared to chlorhexidine 2% (88,75%). The conclusion of this research is there is no difference effectiveness of 50% cinnamon extract with 2% chlorhexidine on number of Candida albicans in removable orthodontic appliances. Keywords: Removable Orthodontic appliance, Candida albicans, Cinnamon Extract, Chlorhexidine 2%
Kata Kunci : Alat Ortodonti Lepasan, Candida albicans, Ekstrak Kayu Manis 50%, Chlorhexidine 2%