Laporkan Masalah

SEJARAH PERKERETAAPIAN DI MAGELANG DAN SEKITARNYA TAHUN 1898-1970an

NAYLI DAHIYA FALHA, Prof. Dr. Bambang Purwanto

2019 | Skripsi | S1 SEJARAH

Penelitian ini membahas tentang dinamika perkeretaapian yang melintasi daerah Magelang, sejak 1898 hingga ditutupnya jalur kereta api dari Secang ke Yogyakarta melalui Magelang pada tahun 1970an. Penelitian ini dilakukan atas dasar pertama, signifikansi daerah Magelang dalam jalur perekonomian Yogyakarta dan Semarang dan kedua, fakta bahwa jalur kereta api pernah beroperasi di Magelang. Jalur kereta api di Magelang sudah mulai beroperasi sejak jaman kolonial namun pada masa Orde Baru jalur kereta di Magelang ditutup. Tepatnya pada tahun 1970an, kereta api jalur Semarang–Magelang–Surakarta ditutup. Penelitian ini memiliki tujuan memberi gambaran tentang dinamika perkeretaapian di Magelang dalam kurun waktu 1898 hingga 1970an dari sudut pandang sejarah ekonomi dan sosial. Metode penelitian sejarah yang digunakan dalam penelitian ini memakai sumber-sumber primer dan sekunder. Sumber primer yang digunakan berupa arsip-arsip pemerintahan yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan, undang-undang terkait kereta api, laporan statistik tahunan dan sepuluh tahunan dari Jawatan Kereta Api, terbitan-terbitan dari Jawatan Kereta Api dan foto-foto atau rekaman sezaman. Sumber-sumber ini dapat ditemukan di koleksi koleksi Perpustakaan Nasional, koleksi perpustakaan depo KAI Bandung dan koleksi Tropen Museum. Di samping itu, digunakan sumber primer berupa wawancara dengan pelaku sejarah yang pernah bersinggungan langsung dengan perkeretaapian di Magelang pada tahun cakupan penelitian ini, baik dalam kapasitasnya sebagai pengguna jalur perkeretaapian, maupun sebagai pekerja kereta api.

This study discusses the dynamics of the railroad that crossed the Magelang area, from 1898 to the closure of the railroad line from Secang to Yogyakarta through Magelang in the 1970s. This research was carried out on the basis of first, the significance of the Magelang area in the economic paths of Yogyakarta and Semarang and second, the fact that the railroad had operated in Magelang. The railroad in Magelang had started operating since the colonial era but during the New Order the railroad in Magelang was closed. Precisely in the 1970s, the Semarang-Magelang-Surakarta railroad was closed. This study aims to provide an overview of the dynamics of railways in Magelang in the period 1898 to the 1970s from the point of view of economic and social history. The historical research method used in this study uses primary and secondary sources. The primary sources used are government archives published by the Ministry of Transportation, rail-related laws, annual and ten-year statistical reports from the Railroad Bureau, publications from the Railroad Bureau and photographs or contemporary records. These sources can be found in the National Library collection, KAI Bandung depot library collection and the Tropen Museum collection. In addition, a primary source is used in the form of interviews with historical actors who have had direct contact with the railroad in Magelang in the scope of this study, both in their capacity as users of railways, as well as railroad workers

Kata Kunci : Train, Magelang, Transportation, Railroad, Economic History

  1. S1-2020-335984-abstract.pdf  
  2. S1-2020-335984-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-335984-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-335984-title.pdf