KARAKTERISASI UMBI DAN IDENTIFIKASI PEMBUNGAAN PADA BEBERAPA KLON TANAMAN UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz)
QORINA WIRDA AINI, Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D
2019 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMANProduktivitas ubikayu di Indonesia pada tahun 2018 sekitar 243,91 ku/Ha. Angka tersebut menurun dari tahun sebelumnya. Peningkatan produktivitas ubikayu perlu mengkombinasikan beberapa faktor produksi baik secara botanis maupun ekologis, adaptasi dan agronomis. Karakter morfologi dapat digunakan untuk membedakan keragaman genetik antar varietas. Karakter morfologi selain untuk membedakan keragaman antar genetik dapat juga digunakan untuk program pemuliaan tanaman terhadapkarakter yang diinginkan. Pembungaan merupakan proses yang penting untuk pembiakan tanaman ubikayu. Ubikayu adalah tanaman yang bersifat monoecious yaitu tanaman denganbunga jantan dan betina berada dalam satu pohon. Masa pembungaan berlangsung lebih dari 2 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter umbi pada 11 klon ubikayu dan untuk memperoleh informasi ada tidaknya bunga dan buah pada 11 klon ubikayu.Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan berupa 11 klon ubi kayu; serta 3 blok sebagai ulangan. Pada penelitian ini 1 unit percobaan setiap klon ditanam 4 tanaman setiap blok. Pengamatan dilakukan pada karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengamatan kualitatif dianalisis dengan menggunakan tes uji Kruskal-Wallis, sedangkan untuk pengamatan kuantitatif dapat dianalisis dengan mengunakan aplikasi SAS(Statistical Analysis System) Deployment Manager 9.4. Hasilperhitungan menunjukkan bahwa sifat morfologi pada 11 klon dapat dibedakan menjadi 2 karakter yaitu kualitatif dan kuantitatif.Klon terbaik adalah klon Duworowati dengan bobot total umbi 1479,17 gram dengan rata-rata jumlah umbi dalam satu tanaman yg relatif sedikit yaitu sekitar 4,83 umbi. Sehingga satu umbi memiliki berat sekitar 306,24 gram. Sifat karakter kuantitatif tertinggi adalah bobot total umbi dengan nilai heritabilitas sebesar 88,79%. Karakter jumlah umbi per tanaman memiliki nilai heritabilitas terendah dengan nilai 49,80% dan termasuk dalam kriteria sedang.Klonyang menghasilkan bunga dan buah adalah klon Wonogiri, NTB, Kalimantan putih, Kalimantan merah.
Cassava productivity in Indonesia in 2018 is around 243.91 ku/ha. This numberdecreased from the previous year. Increasing cassava productivity needs to combine several factors of production both botanically and ecologically, adaptation and agronomically. Morphological characters can be used to distinguish genetic variabilityamong varieties. Morphological characters in addition to differentiating between genetic diversity can also be used for plant breeding programs for the desired character. Flowering is an important process for the cultivation of cassava. Cassava is a monoecious plant thatmale and female flowers in one tree. The flowering period more than 2 weeks. This study aims to identify the characteristics of tubers in 11 cassava clones and to obtain information on the presence or absence of flowers and fruit in 11 cassava clones. The design used in this study was a Complete Randomized Block Design (RCBD) with treatments 11 cassava clones; and 3 blocks as replications. In this study 1 experimental unit per clone was planted 4 plants per block. Observations were carried out in qualitativ and quantitativ characters. The results of qualitative observations were carried out using the Kruskal-Wallis test, while quantitative observations could be analyzed using SAS (Statistical Analysis System) Deployment Manager 9.4 analysis. The calculation results show that the morphological characteristics of 11 clones can be divided into 2 characters, namely qualitative and quantitative. The best clone is the Duworowati clone with a total weight of 1479.17 grams with an average number of tubers in a relatively small number of plants, which is around 4.83 tubers. So that one tuber weighs about 306.24 grams. The highest quantitative character trait is the total weight of the tuber with a heritability value of 88.79%. The number of tubers per plant had the lowest heritability with a value of 49.80% and included in the medium criteria. The clones that produce flowers and fruit are Wonogiri clones, NTB,Kalimantan putih,Kalimantan merah.
Kata Kunci : kualitatif, kuantitatif, pembungaan, ubikayu