Laporkan Masalah

Efisiensi Alokatif Usahatani Jagung di Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul

Naufal Syafiqi, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Sugiyarto, SP., M.Sc.

2020 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbandingan produktivitas usahatani jagung, (2) mengetahui tingkat pendapatan usahatani jagung, (3) mengetahui faktor-faktor produksi yang memengaruhi produksi jagung, (4) mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi secara alokatif pada usahatani jagung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2019-Juli 2019. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul. Metode dasar yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan wawancara terhadap 32 petani jagung. Data dianalisis dengan one sample t-test untuk membandingkan produktivitas jagung dan membandingkan pendapatan usahatani jagung, persamaan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk analisis faktor-faktor produksi yang memengaruhi produksi jagung, dan indeks ki untuk analisis tingkat efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas usahatani jagung lebih rendah atau sama dengan rerata produktivitas jagung di Kabupaten Bantul. Pendapatan usahatani jagung di Kecamatan Piyungan lebih rendah atau sama dengan Upah Minimum Kabupaten Bantul 2019. Hasil analisis efisiensi luas lahan, pupuk kandang, pupuk phonska, dan tenaga kerja pada usahatani jagung belum efisien. Saran penelitian adalah (1) Petani jagung perlu menambah penggunaan lahan dengan cara menggunakan teknologi tanam rapat sehingga produksi jagung dapat meningkat. (2) Perlu adanya peningkatan harga beli jagung ditingkat petani selain itu, petani jagung disarankan untuk mengurangi penggunaan biaya tenaga kerja dengan cara menggunakan tenaga mesin. (3) Petani jagung hendaknya menambah penggunaan pupuk kandang dan pupuk phonska sesuai rekomendasi yang dapat diperoleh dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), media cetak, ataupun internet sehingga dapat meningkatkan produksi jagung dan pendapatan usahatani jagung.

This research aims to: (1) Knowing the productivity of corn farming, (2) Determine the income of corn farming, (3) Knowing the factors of production that affect corn production, (4) Knowing the increased efficiency of production factors allocatively to corn farming. This research was conducted in January 2019-July 2019. The research location was determined purposively in Piyungan Sub-regency, Bantul Regency. The basic method used was a survey method by interviewing 32 corn farmers. Data were analyzed with one sample t-test to compare corn productivity and comparison of corn farming income, multiple linear regression with the Ordinary Least Square (OLS) method with the Cobb-Douglas production function for analyze production factors that affecting corn production, and the ki index for analysis of allocative efficiency. The results showed that the productivity of corn farming was lower or equal to the average productivity of corn in Bantul Regency. The income of corn farming is lower or equal to the Bantul Regency Minimum Wage. The results of the efficiency analysis such as land, manure, phonska fertilizer, and labor on corn farming are inefficient. Research suggestions are (1) Corn farmers needs to increase land use by using tightly planting technology so that corn production can increase. (2) There needs to be an increase in the corn price purchasing at the farmers. In addition, to save labor costs must replaced labor by using mechanical power. (3) Corn farmers ask for fertilizer and phonska fertilizer according to the contribution that can be obtained from field extension officers, media, or the internet to increase corn production and income.

Kata Kunci : efisiensi alokatif, produksi, produktivitas, pendapatan, usahatani jagung

  1. S1-2019-378283-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378283-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378283-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378283-title.pdf