KONSUMSI DAN KECERNAAN NUTRIEN INDUK KAMBING BLIGON MASA LAKTASI YANG DIBERI SUPLEMENTASI PAKAN SUMBER PROTEIN
MUHAMMAD SUTADI, Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., IPU.; Prof.Ir. Zaenal Bachruddin, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN. Eng.
2020 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek konsentrat sumber protein terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien pada kambing Bligon pada masa laktasi. Penelitian dilakukan di kelompok ternak di dusun Jatikuning, desa Ngoro-oro, kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. Penelitian dilakukan menggunakan 10 ekor induk kambing Bligon pada masa laktasi delapan sampai empat belas minggu dengan bobot badan 25 sampai 40 kg dan dibagi secara acak menjadi 2 kelompok (masing-masing kelompok 5 ekor), yakni kelompok I (kontrol) yang diberi pakan basal hijauan sesuai kebiasaan peternak dan kelompok II (perlakuan) yang diberi pakan hijauan sesuai kebiasaan peternak + 500 g suplemen sumber protein (perlakuan). Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari, yakni pada pagi hari pukul 06.00-08.00 WIB dan sore hari pukul 15.00-17.00 WIB. Penelitian yang dilakukan terbagi dalam 3 tahapan. Perlakuan pakan pada kambing dilakukan selama 8 minggu. Tahap pertama adalah tahap adaptasi dan pendahuluan ternak terhadap perlakuan suplemen pakan sumber protein yang diberikan dan berlangsung selama 2 minggu, kemudian dilanjutkan pada tahap kedua koleksi total yang meliputi koleksi pakan pemberian, sisa pakan, feses dan urin pada 14 hari terakhir perlakuan pakan. Tahap selanjutnya adalah analisis laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM. Analisis proksimat laboratorium meliputi analisis bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan total digestible nutrients (TDN). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi komposisi kimia pakan suplemen, komposisi kimia pakan hijauan, konsumsi nutrien dan kecernaan nutrien. Data yang diperoleh selanjutnya diuji dengan analisis T-test. Hasil analisis menunjukkan suplementasi pakan dapat mempengaruhi konsumsi PK (P<0,05), tetapi belum dapat mempengaruhi konsumsi BK, BO, LK, SK, BETN dan TDN. Kecernaan SK, LK, BETN belum meningkat signifikan dengan suplementasi, namun dapat meningkatkan kecernaan BK, BO, PK, dan TDN secara signifikan (P<0,05).
This research was aimed to determine the effect of concentrated protein sources on the consumption and digestibility of nutrients in Bligon goats during lactation. This research was conducted in farmer group in Jatikuning hamlet, Ngoro-oro village, Patuk sub-district, Gunungkidul, Yogyakarta. The study was conducted using 10 Bligon goats for eight to fourteen weeks with a body weight of 25 to 40 kg and were randomly divided into 2 groups (each group of 5), namely group I (control) fed with green forage according to the habits of farmers and group II (treatment) fed forage according to the habits of farmers + 500 g of protein source supplements (treatment). Feeding was done 2 times a day, ie in the morning at 06.00-08.00 WIB and in the afternoon at 15.00-17.00 WIB. Research carried out was divided into 3 stages. Treatment of feed on goats carried out for 8 weeks. The first step was the adaptation and introduction of livestock to the treatment of protein supplement feed which was given and lasts for 2 weeks, then proceed to the second stage of the total collection which includes the collection of feeding, leftover food, feces and urine in the last 14 days of feed treatment. The next stage was a laboratory analysis conducted at the Animal Husbandry Science Laboratory of the Faculty of Animal Sciences UGM. Laboratory proximate analysis include analysis of dry matter (BK), organic matter (BO), crude protein (PK), crude fat (LK), crude fibre (SK), nitrogen free-extract (BETN) dan total digestible nutrients (TDN). The parameters observed in this study include the chemical composition of feed supplements, the chemical composition of forage feed, nutrient consumption and nutrient digestibility. The data obtained were then tested using T-test analysis. The analysis showed that feed supplementation could affect the consumption of CP (P <0.05), but could not affect the consumption of DM, OM, EE, CF, NFE and TDN. The digestibility of DM, EE, NFE has not significantly increased with supplementation, but can significantly increase the digestibility of DM, OM, CP, and TDN (P <0.05).
Kata Kunci : Kambing bligon, Kambing masa laktasi, Suplementasi pakan, Konsumsi pakan dan Kecernaan nutrien.