Risiko Produksi Usahatani Kentang di Desa Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang
YUDHI RIZALDI, Sugiyarto, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2020 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui produktivitas kentang (2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produksi, (3) mengetahui tingkat risiko produksi, (4) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Juni 2019 di Desa Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang yang ditentukan secara purposive. Wawancara dilakukan pada 35 petani kentang dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan. One sample t test digunakan untuk membandingkan produktivitas kentang Desa Kaponan dengan produktivitas Kabupaten Magelang, koefisien variasi (CV) digunakan untuk mengetahui tingkat risiko produksi serta regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produksi dan risiko produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) produktivitas kentang Desa Kaponan lebih rendah dari produktivitas Kabupaten Magelang, (2) faktor yang memengaruhi produksi kentang yaitu luas lahan, benih, pupuk phonska dan pengalaman petani, (3) risiko produksi kentang Desa Kaponan tergolong sedang, (4) faktor yang memengaruhi risiko produksi yaitu pupuk kandang, pupuk phonska, pendidikan dan pengalaman petani. Pupuk kandang merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko produksi kentang sedangkan pupuk phonska, pendidikan dan pengalaman petani merupakan faktor yang mengurangi risiko produksi kentang.
This research aims to: (1) measure productivity of potatoes (2) analyze the determinant factors of production, (3) determine the level of production risk (4) analyze the determinant factors of production risk. This research was conducted on January-June 2019 in Kaponan Village, Pakis Sub-District, Magelang Regency which was determined purposive. 35 farmers were interviewed by using structural questionnaire. One sample t test was used to compere the level of productivity between Kaponan Village and Magelang Regency, then Coefficient of variation (CV) applied to determinant the level of production risk. In addition, multiple linier regression was employed to analyze the determinant factors of production and production risk. The result showed (1) the average level of productivity of Kaponan Village was significantly lower than those of Magelang (2) the determinant factors of production were land area, seed, phonska fertilizer and farmers experience (3) production risk was at medium level (4) and for determinant factors of production risk were chicken manure, phonska fertilizer, farmers education level and farmers experience. Moreover, chicken manure was the only risk inducing factor meanwhile the others were risk reducing factor.
Kata Kunci : produktivitas, risiko, produksi, koefisien variasi, usahatani kentang.