GOOD FOREST GOVERNANCE DALAM KEGIATAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN OLEH BPDAS WAY SEPUTIH SEKAMPUNG DI HUTAN LINDUNG REGISTER 21, PROVINSI LAMPUNG
Hilman Afif, Bowo Dwi Siswoko, S.Hut., M.A.
2020 | Skripsi | S1 KEHUTANANSumberdaya hutan di Indonesia terus mengalami penurunan kualitas dan luas dari tahun ke tahun sehingga perlu dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan untuk menekan degradasi hutan dan memperbaiki lahan kritis. Good forest governance berkenaan dengan berbagai keputusan dan tindakan yang mampu menghilangkan kendala dan proses untuk mendorong keberhasilan pengelolaan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip prinsip good forest governance dalam kegiatan rehabilitasi hutan Sempadan Sungai Cirompang Desa Bayas Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, studi literatur, dan triangulasi data. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan : pengumpulan data, reduksi data, penayangan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan prinsip-prinsip good forest governance dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Kawasan Hutan Lindung Register 21 Sempadan Sungai Cirompang yaitu; 1). transparansi : adanya kemudahan masyarakat dalam mengakses setiap informasi baik dalam ruang formal ataupun informal; 2) partisipasi ditunjukan dengan pelibatan multiactors dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan mulai dari perencanaan hingga pelaksananaan penanaman; 3) akuntabilitas : kegiatan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan output berupa tutupan lahan; outcome dari kegiatan yang dilakukan belum ada hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat karena kegiatan baru dilaksanakan selama 3 tahun; 4) koordinasi : terdapat pola komunikasi antar pihak yang terlibat, ditemukan kesulitan dalam koordinasi terutama dengan hal yang bersifat spesialistis dan; 5) keberlanjutan : kriteria produksi; tanaman yang ada belum mampu menghasilkan manfaat berupa buah, ekologi; konservasi lahan dilaksanakan secara vegetatif, dan sosial ekonomi; masyarakat menjadi sadar akan pentingnya kegiatan penanaman.
Forest resources in Indonesia continue to decline in quality and size from time to time. It is necessary to rehabilitate forests and land to reduce forest degradation and improve critical land. Good forest governance deals with various decisions and actions that are able to eliminate obstacles and processes to encourage the success of forest management. The aims of the this research is determine the application of the principles of good forest governance in the rehabilitation of Sempadan Cirompang River in Bayas Jaya Village. A case study method was used in this research. Data was collected through in-depth interviews, literature studies, and data triangulation. The informants were chosen by purposive sampling technique. Data analysis was carried out through stages: data collection, data reduction, data display, and concluding. The results showed the principles of good forest governance in the activities of Forest and Land Rehabilitation in Protected Forest Areas Register 21 Sempadan Cirompang River. Those were; 1) transparency: the convenience of the public in accessing any information in both formal and informal spaces; 2) participation: multi-actors involvement in forest and land rehabilitation activities were begun from planning to planting; 3) accountability: the program carried out by following applicable regulations with the output that can be seen is only land cover. The community has not felt the main impact/outcomes since the programs were held only three years; 4) coordination: a pattern of communication between the parties were involved with some difficulties, especially with specialistic matters; and 5) sustainability: production criteria; existing plants have not been able to produce benefits in the form of fruit, ecology; land conservation carried out vegetatively, and socio-economically; the community became aware of the importance of planting activities.
Kata Kunci : good forest governance, rehabilitasi hutan, output, outcome.