Dinamika Kesejahteraan Psikologis Ibu Bekerja yang Memiliki Anak Pecandu Napza
ANNA RUSDIYANA S, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog
2020 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIIbu yang memiliki anak pecandu napza pada umumnya tidak sejahtera, apalagi ketika harus menjalankan peran ganda sebagai pekerja. Akan tetapi, di sisi lain ada sebagian ibu bekerja yang memiliki anak pecandu napza namun memiliki kesejahteraan psikologis yang baik ditandai dengan tetap berfungsinya mereka dalam menjalankan peran-perannya. Tujuan penelitian ini yaitu (1) memahami konsep kesejahteraan menurut ibu bekerja yang memiliki anak pecandu napza; (2) memahami proses pencapaian kesejahteraan psikologis ibu bekerja yang memiliki anak pecandu napza. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi dengan melibatkan dua partisipan serta dua informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis dimaknai partisipan sebagai kondisi dimana ia merasakan afek positif dan hal tersebut berkaitan dengan kondisi anak. Dalam proses mencapai kondisi kesejahteraan psikologis, partisipan mengalami fase awal dimana emosi negatif sangat dominan, mempertanyakan, memaknai sebagai cobaan, mencari bantuan, kemudian partisipan melakukan usaha untuk mencapai kesejahteraan psikologisnya. Kondisi kesejahteraan psikologis yang dicapai oleh partisipan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya bagaimana partisipan memaknai pengalamannya, cara partisipan menyalurkan emosi, dukungan dari lingkungan sekitar, dan juga prinsip yang diyakini. Hal yang berkaitan dengan kepercayaan kepada Tuhan menjadi bagian yang penting dalam proses pencapaian kesejahteraan psikologis ibu bekerja yang memiliki anak pecandu napza.
Mothers who have drug-addicted children are generally have a poor psychological well-being, especially when they have to play a dual role as workers. On the other hand, some working mothers have drug-addicted children but have good psychological well-being. The objectives of this study are (1) to understand the concept of well-being according to working mothers who have drug-addicted children; (2) to understand the process of achieving psychological well-being of working mothers who have drug-addicted children. This study used a qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out through in-depth interviews and observations involving two participants and two informants. The results show that psychological well-being was interpreted by the participants as a condition when they felt a positive emotions and it was related to the child's condition. In the process of achieving psychological well-being, participants encountered the initial phase when negative emotions are very dominant, the questioning phase, interpreting as a life challenges, seeking help, and then the participants make an effort to achieve their psychological well-being. The psychological well-being conditions achieved by participants were influenced by several factors including how participants interpret their experiences, the ways participants transferred their emotions or cope, support from the surrounding environment, and principles that were believed. Belief in God were an important part in the process of achieving psychological well-being of working mothers who have drug-addicted children.
Kata Kunci : ibu bekerja, kesejahteraan psikologis, pecandu napza, studi kasus