Pengembangan Kawasan Ekowisata Danau Ubur-Ubur di Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
ISRAWATI, Prof. Dr. Sudarmadji, M.,Eng. Sc. ; Dr. Ir. Djoko Wijiono, M.arch.
2019 | Tesis | Magister Kajian PariwisataKawasan Ekowisata Danau Ubur-Ubur merupakan Kawasan Konservasi Laut (KKL) yang ditetapkan melalui SK Bupati Muna Nomor. 157 Tahun 2004 tanggal 3 Mei 2014 di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, yang sedang dikembangkan sebagai pengembangan kegiatan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kawasan ekowisata di Kecamatan Lohia Kabupaten Muna dan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan pengembangan Kawasan Ekowisata Danau Ubur-Ubur di Kabupaten Muna. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji sejauh mana pengembangan kawasan ekowisata yang dilakukan oleh pengelola untuk pengembangan Kawasan Ekowisata Danau Ubur-Ubur serta apa kekurangan dan kelebihan pengembangan Kawasan Ekowisata Danau Ubur-Ubur saat ini. Dengan menggunakan variabel pengembangan ekowisata. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengembangan Kawasan Ekowisata Danau Ubur-Ubur secara keseluruhan belum dikembangkan dengan baik. Hal ini disebabkan karena kurang terstrukturnya pengelolaan yang ada dan ketidakpahaman pengelola mengenai konsep pengembangan ekowisata yang sesuai dengan konsep pengembangan ekowisata yang berlaku sehingga pengembangan yang dilakukan saat ini berdasar pada konsep pengembangan pariwisata pada umumya, ekowisata hanya digunakan sebagai label . Saran dari penulis adalah perlunya mengadakan pelatihan-pelatihan kepada pengelola dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas SDM dan untuk pemerintah agar memanfaatkan anggaran sebaik-baiknya untuk pengembangan pariwisata.
Lake jellyfish Ecotourism Area is a Marine Conservation Area (KKL) established through the Decree of the Muna Regent No. 157 of 2004 dated May 3, 2014, under the management of the Muna Regency Tourism Office, which is being developed as a development of ecotourism activities. This study aims to determine the development of ecotourism areas in Lohia Sub-district of Muna Regency and to determine the weaknesses and strengths of the development of the jellyfish Lake Ecotourism Area in Muna Regency. In this study, researchers examined the extent of the development of ecotourism areas carried out by managers for the development of the Ecotourism Area of the Jellyfish Lake and what are the advantages and disadvantages of developing the Ecotourism Area of the Jellyfish Lake at this time. By using the ecotourism development variable. The research method used was observation and interviews. The results of this study indicate that the development of the Lake Jellyfish Ecotourism as a whole has not been well developed. This is due to the lack of structured management and manager's lack of understanding of the concept of ecotourism development in accordance with the prevailing concept of ecotourism development so that the current development is based on the concept of tourism development in general, ecotourism is only used as a laboratory. The suggestion from the author is the need to hold trainings for managers and the community to improve the quality of human resources and for the government to make the best use of the budget for tourism development.
Kata Kunci : Pengembangan kawasan, ekowisata, Danau Ubur-Ubur, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna/Regional Development, Ecotourism, Jellyfish Lake, Lohia District, Muna Regency