ANALISIS JALUR KREDIT BANK DI INDONESIA PERIODE 2008Q1-2019Q1 (PENDEKATAN ARDL)
KUNTARI DASIH, Prof.Insukindro, M.A., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER SAINS ILMU EKONOMIIndonesia merupakan negara berkembang yang sangat mengandalkan sektor perbankan dan kredit sebagai sumber pembiayaan. Bank dan kredit tersebut berperan penting dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter khususnya melalui jalur kredit bank atau bank lending channel. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jalur kredit bank pasca periode krisis keuangan global 2008. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 26 bank dari periode 2008 kuartal I sampai 2019 kuartal I. Keseluruhannya, diperoleh balanced panel dengan total observasi sebanyak 1170. Model yang digunakan adalah Panel ARDL-ECM dengan menggunakan estimator Pooled Mean Group (PMG). Estimator ini memungkinkan adanya perbedaan respon dalam jangka pendek termasuk (speed of adjustment, slope dan error variance), sedangkan koefisien jangka panjang diasumsikan homogen. Hasilnya menunjukkan bahwa jalur kredit bank terbukti berlaku di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari indikator kebijakan moneter (suku bunga PUAB) yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit dalam jangka panjang. Berdasarkan karakteristik bank, ukuran menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kredit. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar ukuran bank, maka kredit yang disalurkan akan semakin tinggi dan bank semakin tidak responsif terhadap kebijakan moneter. Variabel makro yang mewakili sisi permintaan kredit yakni PDB menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan dalam jangka panjang, sementara variabel inflasi tidak signifikan mempengaruhi kredit.
Indonesia has relied heavily on the credit and banking sector as a source of financing. Those banks and loans play an important role in the transmission mechanism of monetary policy, especially through the bank lending channel. This study aims to analyze the bank lending channel after the 2008 global financial crisis using a sample of 26 commercial banks from the period of 2008q1 to 2019q1. Overall, a balanced panel with a total of 1170 observations was obtained. The model was employed Panel ARDL-ECM using Pooled Mean Group (PMG) estimators. This estimator allows for differences in the short-run including (speed of adjustment, slope and error variance), while the long-run coefficient is assumed to be homogeneous. The results show that the monetary policy through the bank lending channel exists in Indonesia. This can be seen from the monetary policy indicator (PUAB) which has a negative and significant effect on the supply of loans in the long-run. Based on bank characteristics, size shows a positive and significant effect on credit. This indicates that the greater the size of the bank, the higher the amount of credit extended. Thus, a bank is less sensitive to monetary policy shock. Gross Domestic Product (GDP) shows a negative and significant effect, while inflation does not significantly affect credit in the long run.
Kata Kunci : credit, bank lending channel, Panel Autoregressive Distributive Lag