Transparansi Dan Partisipasi Hasil Pilkada Melalui Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Penghitungan (Situng) Suara Kpu (Studi Pada Pilkada Kota Salatiga Tahun 2017)
SITI MUNASIFAH, Dra Ratnawati, S.U.
2019 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini merupakan kajian tentang Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Penghitungan (SiTUNG) Suara KPU pada pelaksanaan Pilkada Serentak di Indonesia dalam rangka mewujudkan hasil pilkada yang transparan dan partisipatif. Melalui studi pada pelaksanaan pilkada kota Salatiga tahun 2017, penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan apakah melalui penerapan SiTUNG tersebut mampu mewujudkan hasil pilkada yang transparan dan partisipatif. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah demokrasi substansial oleh Beetham dimana pemilu sebagai perwujudan demokrasi substansial harus menjamin askses bagi warga negara dalam kehidupan politik dan bernegara, sehingga memberikan ruang kontrol bagi setiap warga negara dalam kedudukan yang seimbang. Teori lain terkait dengan transparansi dan partisipasi. Transparansi merupakan salah satu dari tujuh prinsip yang ditetapkan oleh The International IDEA untuk menjamin legitimasi dan kredibilitas penyelenggara pemilu. Selain itu menurut Ramlan Surbakti, transparansi juga merupakan salah satu indikator pemilu yang demokratis selain partisipasi publik. Penelitian ini fokus pada pelacakan transparansi dan partisipasi sebagai tujuan utama diterapkannya aplikasi SITUNG. Transparansi dalam penelitian ini mencakup aksesibilitas, akurasi dan ketepatan waktu dalam penyajian data, sedangkan partisipasi mengacu pada adanya ruang /akses, kesediaan dan kepercayaan, serta kemampuan satekholder untuk memanfaatkan ruang yang disediakan oleh penyelenggara. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dimana mencakup komponen-komponen deskripsi fungsional teori dalam penyusunan konsep penelitian. Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Proses analisis data berlangsung selama proses pengumpulan data dan setelah masa pengumpulan data. Proses analisis mengalir dari tahap awal hingga tahap penarikan kesimpulan hasil penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh temuan bahwa penerapan aplikasi SiTUNG pada pelaksanaan Pilkada Kota Salatiga Tahun 2017, belum menunjukkan adanya transparansi, dimana masih adanya kendala dalam hal aksesibilitas SiTUNG, masih banyaknya kesalahan data yang disajikan karena kesalahan pada sumber utama data SiTUNG yaitu formulir C1, dan masih belum maksimal dalam target waktu penyelesaian data sesuai dengan target. Meskipun penerapan aplikasi SiTUNG pada pilkada kota Salatiga Tahun 2017 berhasil menyajikan data secara terperinci, namun terkait paertisipasi dalam aplikasi SiTUNG belum tersedia ruang yang bisa digunakan untuk menyampaikan koreksi atau klarifikasi terhadap kesalahan data yang ditampilkan dalam SiTUNG. Penelitian ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang ditujukan baik kepada KPU RI dan kepada KPU Kota Salatiga sebagai pelaksana di tingkat bawah.
ABSTRACTION This research is a study of the Application of the Information System for Vote Calculation (SiTUNG) of KPU in the implementation of Simultaneous Local Elections in Indonesia in order to realize transparent and participatory regional election results. Melalui studi pada pelaksanaan pilkada kota Salatiga tahun 2017, penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan apakah melalui penerapan SiTUNG tersebut mampu mewujudkan hasil pilkada yang transparan dan partisipatif. The main theory used in this research is Beetham's substantial democracy in which elections as a manifestation of substantial democracy must guarantee access to citizens in political and state life, thus providing a space for control for every citizen in a balanced position. Other theories related to transparency and participation. Transparency is one of the seven principles established by The International IDEA to guarantee the legitimacy and credibility of election organizers. In addition, according to Ramlan Surbakti, transparency is also one indicator of democratic elections in addition to public participation. This research focuses on tracking transparency and participation as the main objective of the application of SITUNG. Transparency in this study includes accessibility, accuracy and timeliness in the presentation of data, while participation refers to the existence of space / access, willingness and trust, as well as the ability of stakeholders to utilize the space provided by the organizer. This research is a qualitative study which includes components of functional description of theory in the preparation of research concepts. The type of data needed in this study are primary data and secondary data. While data collection is done through observation, interviews and literature studies. The data analysis process takes place during the data collection process and after the data collection period. The analysis process flows from the initial stage to the conclusion stage of the research results. From the research results, it was found that the application of SiTUNG in the implementation of the Salatiga Municipal Election in 2017, has not shown any transparency, where there are still obstacles in terms of accessibility of SiTUNG, there are still many data errors that are presented because of errors in the main source of SiTUNG data namely C1 form, and still not maximally in the target time of data completion in accordance with the target. Although the application of SiTUNG in the Salatiga municipal election in 2017 succeeded in presenting detailed data, but in terms of participation in the SiTUNG application there is no space available that can be used to submit corrections or clarification of data errors displayed in SiTUNG. This research resulted in several recommendations addressed both to the KPU RI and to the Salatiga City KPU as implementing at the lower level.
Kata Kunci : Transparansi, Partisipatif, SiTUNG, Pilkada Serentak